Radarmalut.com – Tujuh calon seleksi terbuka jabatan Direktur Perumda Air Minum Ake Gaale Ternate dinyatakan lolos berkas administrasi. Saat ini, para kandidat akan mempersiapkan diri untuk mengikuti beberapa tahapan ujian oleh panitia.
Di antara mereka, termasuk Djasman Abubakar. Informasi yang dihimpun radarmalut, ia gagal dalam masa kepemimpinannya sebagai Ketua KONI Maluku Utara. Hal ini terbukti ketika sejumlah cabang olahraga dan pengurus KONI Kabupaten/Kota memintanya menanggalkan kursi ketua.
Selama menjabat, Djasman menebarkan target perolehan prestasi, namun nyatanya nihil. Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2021 diselenggarakan di Provinsi Papua, hanya membawa pulang 3 perunggu serta menduduki peringkat ke-33.
Saat menyandang Sekretaris NasDem Kota Ternate dan pula ikut Pemilu 2024, nampak Djasman tidak memiliki prestasi dan pengalaman di dunia politik, begitu juga olahraga. Terus apa yang diharapkan untuk ambisinya memegang kendali Perumda Air Minum Ake Gaale?
Sebab, mengelola Perumda Air Minum mesti memiliki kombinasi keahlian teknis, manajerial, keuangan dan kepimpinan. Tanpa itu semua, perusahaan sesat arah tujuan. Siapa saja bisa menjadi direktur, tetapi tidak semuanya layak.
Adi, warga Ternate, mengatakan Perumda Air Minum Ake Gaale dalam beberapa tahun belakangan muncul masalah internal berhubungan dengan tata kelola di dalam. Maka, seleksi calon direktur tersebut diharapkan ada sosok yang hadir membawa pembaharuan.
“Kami masyarakat hanya berharap ada pemimpin yang mampu membawa perubahan saja. Panitia harus benar-benar menyortir secara profesional, mereka dianggap tak layak jangan dibiarkan lolos. Perumda ini pernah ada masalah jadi jangan menambah daftar masalah lagi,” katanya, Selasa (13/1/2026).
Praktisi Hukum Agus Salim Tampilang menyarankan Djasman untuk mundur mencalonkan diri selaku Direktur Perumda Air Minum Ake Gaale, karena rekam jejaknya sewaktu Ketua KONI Maluku Utara tidak ada sama sekali prestasi. Takutnya, kejadian itu kembali terulang.
“Ada prestasi apa di KONI?. Ini bukan soal suka tidak suka, tapi soal manajemen, kepemimpinan dan tata kelola. Djasman dikudeta karena tidak transparan soal anggaran. Itu berarti yang bersangkutan kalau sampai terpilih, bom waktu bagi Perumda, jadi apa pun alasannya tidak layak,” jelasnya.
Agus menerangkan, sosok Djasman merupakan tipe orang yang tak mau mendengarkan saran dari orang lain. Sehingga sangat tidak mungkin membiarkannya harus memimpin perusahaan daerah yang berhubungan dengan kepentingan umum.
“Belum lagi orangnya tidak mau dengar saran orang lain. Bagaimana tata kelola Perumda mau bagus kalau direkturnya semacam itu. Waktu jabat Sekretaris NasDem juga demikian, jangan bikin rusak Perumda,” ucapnya.
Menurutnya, panitia seleksi mesti mempertimbangkan nama Djasman yang lolos administrasi dan Samin Marsaoly, calon Dewan Pengawas Perumda Air Minum Ake Gaale. Masih banyak putra daerah Kota Ternate yang berkompeten.
“Alasan saya realistis. Pertama, track record si Djasman ini sudah buruk. Karena itu, harus masuk catatan merah panitia seleksi. Kedua, Pak Samin inikan sekarang kelapa BKDSDM, kenapa harus calon dewan pengawas lagi. Ya kalau begitu, mundur kepala dinas. Memangnya, di Ternate tidak ada orang lain?,” katanya.
Agus menambahkan, seleksi Direktur dan Dewan Pengawas Perumda Ake Gaale Ternate dilakukan terbuka dan betul-betul sesuai kompetensi tanpa intervensi atau campur tangan siapa pun, terutama Wali Kota Tauhid Soleman dan Wakil Wali Kota Nasri Abubakar.
Sementara, Sekretaris DPW NasDem Maluku Utara, Abdul Rahim Odeyani menjelaskan, Djasman telah mengundurkan diri sebagai Sekretaris NasDem Ternate dan status keanggotaannya juga ikut dicabut.
“Kalau tidak salah mengundurkan diri satu bulan lalu. Dan partai telah menindaklanjuti itu memberhentikan bersangkutan serta mencabut kartu tanda anggotanya. Ada urusan lain yang tidak boleh di partai politik,” imbuhnya.
Diketahui, Panitia Seleksi Terbuka Jabatan Direktur dan Dewan Pengawas Perumda Air Minum Ake Gaale Kota Ternate Nomor: 02/PANSEL-PERUMDA/2026 tentang hasil penjaringan dan kelengkapan berkas administrasi.
Ada tujuh nama yang lulus administrasi calon direktur, yakni Muhammad Riswan Ilyas, Maslan Deis, Noviyanti Armain, Hazmin A ST Muda, Halid Thalib, Djasman Abubakar, dan Firman Sjah.
Sedangkan, berdasarkan surat nomor: 03/PANSEL-PERUMDA/2026, calon dewan pengawas yang lulus di antaranya Samin Marsaoly, Anwar Hasjim, dan Lutfi Buamonabot.
***




