Radarmalut.com – BPJS Ketenagakerjaan terus memperkuat strategi perluasan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan melalui sinergi bersama pemerintah daerah dan Bank Pembangunan Daerah (BPD) di kawasan Indonesia Timur.

Upaya itu diwujudkan dalam kunjungan kerja Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko BPJS Ketenagakerjaan, Bambang Joko Sutarto di Makassar hingga Ternate didampingi Mintje Wattu, Abdurrahman Lahabato dan Ujang Romli untuk memperkuat koordinasi dengan Pemprov Maluku Utara dan mitra perbankan daerah.

Hal tersebut menjadi bagian dari strategi BPJS Ketenagakerjaan dalam membangun ekosistem perlindungan pekerja yang lebih inklusif, mudah diakses, dan sesuai dengan kebutuhan daerah, terutama bagi pekerja rentan dan sektor informal.

Di Makassar, BPJS Ketenagakerjaan memperkuat sinergi dengan Bank Sulselbar sebagai langkah strategis memperluas kanal layanan dan kepesertaan pekerja. Perbankan daerah dinilai memiliki posisi penting karena dekat dengan masyarakat, pelaku UMKM, hingga ekosistem ekonomi lokal.

Selain itu, Bambang juga melakukan pertemuan bersama Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham. Pertemuan itu membahas penguatan keselarasan antara program BPJS Ketenagakerjaan dan kebijakan pemerintah daerah dalam memperluas perlindungan bagi pekerja rentan serta sektor informal.

Agenda kemudian berlanjut di Ternate melalui audiensi bersama Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda. Ada penguatan komitmen bersama dalam memperluas perlindungan pekerja sebagai bagian dari pembangunan daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Fokus perlindungan diarahkan kepada kelompok pekerja rentan seperti petani, nelayan, pekerja informal, hingga pengemudi ojek online yang masih menghadapi keterbatasan akses terhadap jaminan sosial ketenagakerjaan.

Sebagai tindak lanjut dari penguatan sinergi tersebut, BPJS Ketenagakerjaan bersama Bank Maluku-Malut meluncurkan layanan pembayaran iuran melalui kanal perbankan daerah. Layanan itu diharapkan mempermudah masyarakat dalam melakukan pendaftaran dan pembayaran iuran secara cepat, aman, dan terjangkau.

“Kami menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah daerah dan seluruh mitra perbankan daerah yang terus memperkuat sinergi dalam memperluas perlindungan bagi pekerja,” kata Bambang di Ternate, Jumat (8/5/2026).

Bambang menyebut, kolaborasi antara BPJS Ketenagakerjaan, pemerintah daerah, dan BPD menjadi faktor penting agar semakin banyak pekerja, seperti sektor informal dan pekerja rentan, dapat memperoleh akses perlindungan sosial secara berkelanjutan.

Berdasarkan data BPJS Ketenagakerjaan hingga pekan pertama Mei 2026, Kantor Wilayah Sulawesi dan Maluku telah membayarkan sebanyak 137 ribu klaim peserta dengan nominal mencapai Rp 1,64 triliun. Selain itu, BPJS juga telah menyalurkan manfaat beasiswa pendidikan kepada 2.631 anak dengan total nilai Rp 12,6 miliar.

Bambang menekankan bahwa perluasan kepesertaan bukan hanya soal peningkatan cakupan perlindungan, tetapi juga menghadirkan rasa aman bagi pekerja dan keluarganya.

“Melalui penguatan sinergi bersama pemerintah daerah dan BPD di kawasan timur Indonesia, BPJS Ketenagakerjaan optimistis percepatan perlindungan pekerja akan semakin luas, inklusif, dan berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat pekerja di daerah,” imbuhnya.

***

Haerudin Muhammad
Editor