Radarmalut.com – Pemilik kedai di kawasan Taman Kota Daruba, Kabupaten Pulau Morotai, diteror maraknya aksi pencurian yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Hal tersebut memaksa sejumlah pelaku usaha kecil menghentikan aktivitas berjualan karena merasa tidak aman.
Salah satu korban, Aisyah Usman menjelaskan, mengalami pencurian berulang di kedai miliknya yang berada di area taman kota. Ia menuturkan, kejadian pertama terjadi saat dirinya bersama rekannya meninggalkan kedai.
“Awalnya kami pergi ke kedai warna pink di Taman Kota Daruba. Pertama, mereka mencuri lampu hiasan di kedai. Selang sekitar satu minggu, mereka kembali mencuri lampu di dalam kedai,” ungkapnya kepada radarmalut, Rabu (6/5/2026).
Aisyah mengaku heran sebab tidak ditemukan tanda-tanda kerusakan pada pintu maupun bekas congkelan. Karena khawatir, ia bersama rekannya memutuskan untuk mengganti kunci kedai. Namun, upaya itu tidak menghentikan aksi pelaku.
“Setelah ganti kunci baru, mereka masih bisa masuk dan mengambil kompor kami. Dari situ kami sudah tidak berani berjualan lagi. Barang-barang akhirnya kami amankan ke rumah lantaran terus dicuri,” jelasnya.
Aisyah mengatakan, kasus serupa juga dialami pedagang lain di sekitar lokasi. Hal ini membuat para pelaku usaha semakin resah dan trauma untuk kembali berjualan. Ia bahkan sempat mencoba tetap berjualan dengan berpindah lokasi ke bagian belakang taman menggunakan meja kecil.
“Setiap selesai berjualan, meja kami simpan dekat pos keamanan. Tapi tetap saja dirusak sampai tidak bisa dipakai lagi,” cakapnya.
Menurutnya, kawasan Taman Kota Daruba kini semakin rawan. Meski terdapat pos jaga, namun tidak ada petugas yang berjaga secara aktif. Ia menyebut, aksi pencurian tersebut telah dampak kondisi terhadap perputaran ekonomi masyarakat kecil, seperti dirinya.
“Taman Kota Daruba sekarang makin rawan. Pencurian semakin merajalela, tempat jualan dibobol, meja dirusak. Pos jaga memang ada, tapi tidak ada petugas. Bagaimana ekonomi bisa membaik kalau masih ada yang melakukan pencurian, ditambah lagi tidak adanya pengamanan di taman,” tandasnya.
Sementara, Kepala Satpol PP Pulau Morotai, Akri Wijaya, belum memberikan tanggapan saat dihubungi melalui aplikasi WhatsApp, meskipun pesan yang dikirim telah terbaca.
***



