Radarmalut.com – Ruas jalan dari Kantor Bupati Pulau Morotai sampai pertigaan Desa Totodoku, kian memprihatinkan. Selain dipenuhi lubang, sebagaian bahu jalan juga tertutup rumput liar sehingga sangat membahayakan pengguna jalan.
“Rumput liar sudah masuk ke badan jalan sekitar satu meter, seperti membentuk terowongan. Akibatnya, jalan semakin sempit dan sangat mengganggu, apalagi saat berpapasan dengan kendaraan besar,” ujar Anggota DPRD Pulau Morotai, Naswin Rowo, Selasa (3/2/2026).
Ada sekitar 31 lubang di sepanjang kurang lebih lima kilometer ruas jalan tersebut. Dari jumlah itu, 10 lubang memiliki kedalaman sekitar tiga sentimeter, sementara sisanya tergolong lubang ringan, namun tetap mengganggu kenyamanan dan keselamatan pengendara.
“Kalau pengendara menghindari lubang, apalagi saat berpapasan sangat rawan kecelakaan. Ini yang kami khawatirkan,” katanya.
Politisi PKB ini mengaku persoalan tersebut sudah disampaikan langsung kepada Kepala Dinas PUPR Pulau Morotai. Namun, meski telah dijanjikan akan ditindaklanjuti, tetapi belum ada kepastian waktu pelaksanaannya.
“Saya minta Kadis PUPR bisa berinisiatif, karena memiliki alat berat sendiri. Dulu saat Wakil Presiden berkunjung ke Morotai, PUPR bisa membersihkan jalan Wawama-Air Kaca, padahal itu jalan nasional. Masa jalan dari kantor bupati ke Totodoku tidak bisa?”,” ungkapnya.
Naswin juga menekankan pentingnya penanganan segera, mengingat dalam waktu dekat Pulau Morotai akan memasuki bulan suci Ramadan, di mana volume kendaraan di jalur itu dipastikan meningkat sebab menjadi akses utama masyarakat.
“Sebentar lagi Ramadan. Arus kendaraan pasti meningkat. Jangan sampai menunggu ada korban baru pemerintah bergerak,” ucapnya.
Menurut Naswin, berdasarkan pengamatannya di lokasi, pekerjaan pembersihan tidak terlalu sulit dan dapat dilakukan dengan satu kali pengusuran menggunakan alat berat berukuran sedang. Informasinya, status ruas jalan itu masih kabupaten.
“Kalau hanya pakai mesin potong rumput tidak mempan, ini harus digusur pakai ekskavator. Alatnya milik PUPR sendiri, jadi tidak perlu sewa. Jalan utama dan menyangkut keselamatan banyak orang ini pemerintah harus hadir,” pungkasnya.
***



