Radarmalut.com – Hampir sebagian besar proyek infrastruktur di Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, tak bisa dituntaskan pada tahun anggaran kemarin. Misalnya, pembangunan talud penahan ombak 250 meter di Desa Yayasan.

Proyek dikerjakan oleh CV Bangun Pratama itu dengan nilai kontrak Rp 4.198.600.000, bersumber dari APBD. Berdasarkan dokumen kontrak, pekerjaan dimulai sejak awal Agustus dan dijadwalkan selesai pada Desember 2025.

Namun, progres fisik proyek belum mencapai 100 persen. Pekerjaan masih seputaran struktur dasar berupa susunan batu boulder di sepanjang garis pantai. Sementara, pekerjaan lanjutan seperti pasangan batu kali, plesteran, hingga acian tak terlihat dikerjakan.

Di sejumlah titik, bouwplank (boplang) dan patok kayu masih terpasang, menandakan pekerjaan tak keluar dari tahap pengukuran dan pembentukan awal. Kondisi ini memperkuat dugaan bahwa proyek belum memasuki babak akhir.

“Kalau lihat kondisi sekarang, ini masih batu dasar. Finishing tara (tidak,red) ada,” ujar seorang warga Desa Yayasan berinisial RH kepada radarmalut, Kamis (8/1/2026).

Selain pekerjaan talud, saluran pembuangan air (drainase) yang terintegrasi dengan proyek tersebut belum diselesaikan. Di sejumlah bagian, saluran dalam kondisi terbuka, dinding tak diplester, dan masih menggunakan bekisting kayu sementara. Aliran air pun tidak tertata secara permanen sesuai fungsi drainase.

Hal ini berdampak langsung pada lingkungan sekitar proyek. Saat hujan turun, air tidak mengalir secara optimal melalui saluran yang ada dan cenderung menggenang di sekitar area talud.

“Salurannya belum jadi. Kalau hujan, air tertahan dan keluar ke samping,” sambungnya sambil menunjukkan saluran air yang dimaksud.

Secara teknis, ketidaktuntasan drainase dinilai berpotensi mempercepat erosi tanah di belakang struktur talud serta mengurangi daya tahan konstruksi. Padahal, proyeknya berada di kawasan pesisir yang berdampingan langsung dengan permukiman warga, rumah ibadah, serta jalur aktivitas nelayan.

Selain itu, pemasangan geotekstil non woven yang berfungsi sebagai lapisan pemisah dan penguat tanah juga tidak tampak secara visual di lapangan, sehingga terjadi ketidaksesuaian pelaksanaan pekerjaan dengan spesifikasi teknis dalam kontrak.

Item-item yang harus dikerjakan CV Bangun Pratama, di antaranya:

Pekerjaan Persiapan

1) Mobilisasi dan demobilisasi
2) Pembersihan awal
3) Administrasi dan pelaporan
4) Shop drawing dan as built drawing
5) Sistem manajemen K3
6) Pengukuran dan pemasangan bouwplank

Pekerjaan Konstruksi

1) Galian tanah dengan alat berat
2) Pemasangan batu boulder
3) Pemasangan geotekstil non woven
4) Timbunan tanah
5) Pasangan batu kali
6) Plesteran pasangan batu
7) Acian

***

Haerudin Muhammad
Editor
Mirsa Saibi
Reporter