Radarmalut.com – Selama tujuh hari pencarian, Tim SAR Gabungan belum berhasil menemukan dosen Universitas Khairun (Unkhair) Ternate, Dr. Wildan, yang hilang dalam insiden tenggelamnya PM Indriyani 02 di perairan Desa Bibinoi, Kabupaten Halmahera Selatan, Jumat (23/1/2026) siang.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Ternate, Iwan Ramdani mengatakan, operasi SAR pada hari terakhir dilakukan dengan membagi tim ke dalam lima Search and Rescue Unit (SRU) dan lima sektor pencarian.

“Pencarian hari ini dibagi menjadi lima SRU dan lima sektor, dengan pelaksanaan operasi SAR dimulai pukul 07.30 WIT hingga 18.00 WIT, namun hasilnya masih nihil,” ujar Iwan, Kamis (29/1/2026).

Iwan menjelaskan, sesuai standar operasional prosedur (SOP), pelaksanaan operasi pencarian dilakukan selama tujuh hari. Setelah melalui evaluasi dan briefing bersama Tim SAR Gabungan serta pihak keluarga korban, Dr. Wildan dinyatakan hilang.

“Berdasarkan hasil briefing Tim SAR Gabungan dan keluarga korban, korban dinyatakan hilang. Keluarga juga telah menerima dan mengikhlaskan. Atas nama pimpinan, jajaran dan Tim SAR Gabungan, kami mengucapkan turut berbelasungkawa,” katanya.

Diketahui, PM Indriyani 02 tenggelam akibat cuaca ekstrem saat berlayar dari Babang menuju Desa Pigaraja. Kapal longboat tersebut mengangkut 54 penumpang, empat anak buah kapal (ABK), dan satu motoris.

Insiden itu menyebabkan seorang balita berusia dua tahun bernama Nurul Nazwa meninggal dunia, sementara satu penumpang lainnya, Dr. Wildan, dosen Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Khairun Ternate, hingga kini belum ditemukan.

***

Haerudin Muhammad
Editor