Radarmalut.com – Pemkab Pulau Morotai pada 2025 tercatat mengalokasikan anggaran miliaran rupiah dalam item pemeliharaan sejumlah fasilitas daerah. Tetapi, gedung Morotai Cristian Center (MCC) yang merupakan salah satu tempat ibadah Oikumene utama justru memprihatinkan.
Informasi dihimpun radarmalut, terdapat dua paket proyek pemeliharaan dengan nilai pagu masing-masing Rp 1 miliar. Pertama, belanja modal pemeliharaan Taman Kota, Tugu Bintang dan Tugu Pancasila dengan nilai pagu Rp 1 miliar yang melekat pada Dinas Lingkungan Hidup.
Sementara paket kedua adalah pekerjaan pengecatan serta pemeliharaan Kantor Bupati Pulau Morotai dengan nilai anggaran Rp 1 miliar yang melekat pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Sehingga total alokasinya mencapai Rp 2 miliar, yang bersumber dari APBD 2025.
Namun, Morotai Cristian Center yang berada di kawasan wisata religi Desa Gotalamo, Kecamatan Morotai Selatan terlihat kurang terawat alias kumuh. Beberapa bagian bangunan mengalami kerusakan, mulai dari plafon yang mengalami kebocoran, serta pendingin ruangan (AC) sudah tidak lagi berfungsi.
Kerusakan juga tampak pada tangga bagian depan dan sisi kiri-kanan gedung yang terlihat berlubang. Tidak hanya itu, lampu tulisan ‘MOROTAI CRISTIAN CENTER’ berada di gedung juga terlihat rusak, sementara papan nama atau huruf timbul, serta keramik bagian depan sudah terlepas.
Kondisi di sekitar gedung juga terlihat kurang terawat. Halaman gedung ditumbuhi rumput liar, kemudian dinding bangunan yang sebelumnya berwarna putih kini tampak kusam dan menghitam. Padahal, gedung Morotai Cristian Center adalah fasilitas tempat ibadah Oikumene di Pulau Morotai.
Hal tersebut menunjukkan Pemkab tidak begitu peduli dengan fasilitas publik yang difungsikan untuk pelayanan kepada masyarakat. Sementara sisi lain, anggaran miliaran rupiah diprioritaskan terhadap pemeliharaan bangunan yang tak terlalu mendesak.
***


