Radarmalut.com – Pembangunan Sabo Dam di Kelurahan Rua, Kota Ternate, bukan saja bermasalah dalam soal kontruksinya, tetapi PT Bukaka Pasir Indah juga kebal dalam pemutusan kontak meski sudah kesekian kali mengajukan adendum ke BWS Maluku Utara.

Bendungan penahan sedimen ini menyerap APBN sebesar Rp 42,3 miliar tahun 2025. Namun, pekerjaan sampai masa kontrak berakhir pun proyek tak kunjung selesai, sehingga adanya perpanjangan waktu lebih dari sekali, bahkan kanal sepanjang 300 meter tidak terlaksana.

Informasi dihimpun radarmalut, ternyata proyek Sabo Dam disinyalir dikerjakan oleh keluarga salah satu kontraktor ternama di Maluku Utara, yakni Abdul Salam Tamaela alias Haji Semi. Selain itu, PT Bukaka Pasir Indah adalah perusahaan pinjam pakai yang berasal dari Aceh.

Dalam peraturan pengadaan barang/jasa pemerintah diatur bagi perusahaan konstruksi yang gagal menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan tenggat waktu secara berturut-turut dapat disanksi berupa denda keterlambatan, masuk daftar hitam atau blacklist, hingga pemutusan kontrak.

Tapi, hal itu tidak berlaku kepada PT Bukaka Pasir Indah. Sebab, kendati Sabo Dam dikerjakan dengan menghiraukan mutu kelayakan sebagaimana seharusnya, seperti fondasi saluran tergerus banjir dan pengalihan item kanal ke tempat berbeda, namun lolos sanksi pemutusan kontrak.

PPK Sungai dan Pantai II BWS Maluku Utara, Irwan Mohamad ditemui belum lama ini mengungkapkan, pihak perusahaan diberikan waktu selama 50 hari terhitung sejak 1 Januari 2026 dikarenakan terlambat menyelesaikan pekerjaan serta dikenakan denda satu persen dari nilai kontrak.

“Kalau perpanjangan lagi, maka pengurusan administrasinya agak repot karena harus urus jaminan perpanjangan lagi dan segala macam. Jadi, kami berkesimpulan progres pekerjaan sudah 98 hingga 99 persen tinggal finishing dan pengecoran di sisi sayapnya sedikit saja,” katanya.

“Perusahaan ini hanya alamatnya saja di Aceh, tapi pada dasarnya PT Bukaka Pasir Indah sudah buka cabang di Kota Ternate. Menurut kami soal perusahan, sebenarnya tidak ada masalah atau kalau ada kaitan-kaitan dengan hal lain itu saya tidak tahu,” tambahnya.

Irwan mengatakan, lubang menganga tersebut akan segera diperbaiki. Sementara, bagian fondasi yang diplester sebatas tiga meter tinggi dinding beton kanal, sedangkan satu meter sisanya yang masuk ke dalam tanah tidak ikut diplester sesuai teknis pekerjaan.

“Kami upayakan bagaimana cara agar ditutup yang tergerus, supaya tidak lagi ada sisa-sisa fondasi yang keliatan,” tandasnya. Hanya saja, Irwan tidak menjelaskan siapa pengurus PT Bukaka Pasir Indah di Kota Ternate.

Upaya konfirmasi Haji Semi via aplikasi tukar pesan singkat terkait pembangunan Sabo Dam dikerjakan keluarganya tak digubris hingga berita diterbitkan.

***

Haerudin Muhammad
Editor