Radarmalut.com – Puluhan sopir truk yang tergabung dalam Organda Kabupaten Pulau Morotai menggelar aksi konvoi di DPRD Pulau Morotai, sebagai bentuk protes atas kelangkaan solar subsidi yang dinilai berdampak terhadap aktivitas angkutan barang dan perekonomian masyarakat.
Sekitar 40 kendaraan roda enam ikut dalam aksi konvoi mengelilingi seputaran Kota Daruba dan selanjutnya berhenti di depan kantor DPRD Pulau Morotai sambil membawa berbagai spanduk tuntutan.
Ketua DPC Organda Pulau Morotai, Arsil Nyong mengatakan, aksi dilakukan untuk mendesak DPRD dan pemerintah segera menjelaskan distribusi kuota solar subsidi yang disebut sudah tiga tahun tidak tersalurkan kepada sopir angkutan barang, khususnya kendaraan roda enam.
“Kami meminta DPRD dan pemerintah daerah segera menyampaikan kepada kami terkait kuota solar yang selama ini tidak terdistribusi kepada masyarakat, terutama kendaraan roda enam yang seharusnya mendapatkan subsidi,” katanya, Senin (11/5/2026).
Menurut Arsil, pihaknya juga meminta pemerintah daerah menyampaikan persoalan itu kepada Pemerintah Provinsi Maluku Utara dan pihak terkait di sektor migas agar kuota subsidi solar untuk Pulau Morotai kembali dialokasikan.
Arsil menyebut kebutuhan solar subsidi di Pulau Morotai diperkirakan mencapai sekitar 40 ton. Jika distribusi subsidi belum juga dilakukan, Organda meminta pemerintah mengambil langkah alternatif dengan memberikan subsidi terhadap BBM jenis Dexlite yang saat ini digunakan para sopir angkutan umum dan truk barang.
“Kami meminta pemerintah daerah mengsubsidikan Dexlite untuk sopir angkutan umum jika solar subsidi tidak dialokasikan,” ujarnya.
Arsil mengancam apabila tuntutan mereka tidak direspons dalam waktu tujuh hari, Organda akan kembali menggelar aksi lanjutan dengan skala lebih besar, termasuk mogok massal kendaraan angkutan.
“Kalau tuntutan kami tidak direspons dalam tujuh hari, kami akan lakukan aksi besar-besaran dan mogok massal,” ucapnya.
Selain itu, pihaknya mempertanyakan distribusi solar subsidi oleh agen Pertamina yang dinilai sudah tidak lagi menyuplai BBM subsidi kepada kendaraan angkutan darat sejak awal 2024.
Arsil mengungkapkan, meski distribusi solar dikatakan tidak tersedia, tetapi nyatanya masih ditemukan pengecer yang menjual solar kepada masyarakat. Hal itu memunculkan dugaan bahwa kuota solar subsidi sebenarnya masih ada namun tidak disalurkan ke Pulau Morotai.
Dalam aksi tersebut, sejumlah spanduk dipasang di bagian depan truk, di antaranya bertuliskan ‘Solar Sulit, Dexlite Elit, Membunuh Tanpa Menyentuh, Masyarakat Mati’ dan ‘Organda Morotai Menolak Bangkrut’.
***




