Radarmalut.com – Banjir dan longsor melanda Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, dengan dampak terparah terjadi di Kecamatan Galela Utara. Bencana tersebut dipicu hujan berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah itu sejak Selasa hingga Rabu malam.
Warga Galela Utara, Bahadar Bakali mengatakan, banjir dan longsor terjadi pada Rabu sekitar pukul 23.00 WIT hingga Kamis pagi pukul 05.20 WIT. Akibatnya, sejumlah infrastruktur dan permukiman warga mengalami kerusakan.
Di Desa Tutumaloleo terdapat Jembatan Lapi mengalami rusak diterjang banjir. Selain itu, empat unit rumah warga mengalami kerusakan. Meski demikian, seluruh warga dipastikan dalam kondisi selamat.
Kerusakan lebih parah terjadi pada jembatan penyeberangan Kali Aru yang menghubungkan akses menuju Desa Limau, sehingga jalur transportasi terputus total. Longsor juga dilaporkan terjadi di kawasan Gunung Wonge, menutup akses jalan akibat timbunan material tanah.
Sampai kini, proses pembersihan masih berlangsung. Di Desa Limau, longsor menimpa Masjid Nurul Fatah serta rumah warga bernama Halik. Sementara itu, dapur rumah milik warga bernama Lam dilaporkan hanyut terbawa arus banjir.
Banjir turut merendam sejumlah permukiman warga di Desa Limau, khususnya di RT 1, RT 2, RT 3, dan RT 5. Namun, belum ada laporan korban jiwa. Sedangkan, kerugian material akibat bencana masih dalam tahap pendataan oleh pihak terkait.
***


