Radarmalut.com – Proyek pembangunan sumur bor di kawasan Pasar Central Bisnis District (CBD) Morotai, Maluku Utara, hingga kini tak difungsikan. Hal tersebut berdampak pada pedagang, khususnya di area penjualan ikan.
Pantauan radarmalut, Sabtu (3/1/2026), menunjukkan bangunan sumur bor lengkap dengan menara dan tandon air telah berdiri di sekitar pasar. Namun, fasilitas itu belum dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan air bersih para pedagang.
Berdasarkan papan informasi proyek yang terpasang di lokasi, pembangunan sumur bor melekat di Disperindagkop dan UKM Pulau Morotai bernomor kontrak 500/SPK/KP-10517420000/DPPK-UKM/PM-2025 dikerjakan oleh CV Satha Bakti Utama dengan pagu Rp 99.817.000, waktu pekerjaan 50 hari.
Tamrin, penjual ikan, mengungkapkan, distribusi air dari PDAM ke kawasan Pasar CBD beberapa hari terakhir telah terhenti, sehingga sangat menganggu aktivitas mereka. Lapak ikan yang sering rutin dibersihkan terpaksa dibiarkan begitu saja.
“Air PDAM sudah beberapa hari tidak jalan. Sumur bor juga belum bisa dipakai,” katanya ketika ditemui.
Pedagang lainnya juga mengatakan, sumur yang sudah selesai dikerjakan sampai sekarang tidak dimanfaatkan, karena informasinya masih menunggu kelengkapan peralatan pendukung lainnya.
“Kata mereka (dinas) tunggu alatnya datang,” ucapnya, enggan menyebut nama.
Akibat keterbatasan air, para pedagang mengaku kesulitan menjaga kebersihan lapak. Bau menyengat pun mulai tercium di sejumlah titik area pasar ikan dan dampaknya mengganggu kenyamanan pembeli.
Plt Kepala Disperindagkop dan UKM Pulau Morotai, Ramlan Drakel, tak memberikan tanggapan meski sudah dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp.
***



