Radarmalut.com – Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Provinsi Maluku Utara resmi membuka penataran wasit juri dan pelatih pencak silat kelas III daerah tahun 2025 di salah satu hotel di Kota Ternate, Sabtu (6/12/2025).

Sebanyak 45 peserta menghadiri kegiatan tersebut, terdiri dari perwakilan Korem 152/Baabullah, Kabupaten Halmahera Selatan, serta Kota Ternate. Pelatihan digelar selama tiga hari dengan tema “menciptakan wasit juri dan pelatih pencak silat yang berkarakter dan berintegritas.”

Ketua Umum IPSI Maluku Utara, Nirwan MT Ali mengatakan, ini bagian dari strategi jangka panjang organisasi dalam meningkatkan kualitas SDM pencak silat. Pihaknya tengah mendorong agar pencak silat dapat masuk dalam kurikulum pendidikan olahraga di sekolah, baik sebagai mata pelajaran khusus maupun materi yang terintegrasi.

“Untuk itu, kita membutuhkan perangkat pertandingan dan pelatih yang berintegritas dan berlisensi,” katanya kepada sejumlah awak media setelah kegiatan.

Menurutnya, peningkatan prestasi pencak silat tidak hanya bertumpu pada atlet, tetapi juga pada kualitas perangkat teknis yang memahami dinamika serta aturan cabang olahraga tersebut. Peserta penataran akan mendapatkan pembekalan metode classical dan practicum, mencakup sesi materi di dalam ruangan serta praktik di gelanggang.

Sementara, Ketua KONI Maluku Utara, Sarbin Sehe menekankan pentingnya penyelenggaraan kompetisi olahraga secara berjenjang. Ia menilai, tanpa event rutin, perkembangan atlet akan sulit dipantau.

“Event berjenjang itu wajib. Atlet yang telah berlatih di perguruan harus memiliki ruang untuk diuji dan dievaluasi,” ujarnya dalam sambutan pembukaan pelatihan.

Ia juga mengingatkan mesti ada pemerataan kesempatan bagi seluruh atlet untuk mengikuti kompetisi. Jika terdapat atlet yang tidak berpartisipasi dalam beberapa event, kata Sarbin, mereka harus diberi peluang pada kompetisi di daerah lain agar proses pembinaan tetap berjalan.

Wakil Gubernur Maluku Utara ini menambahkan, komitmen KONI Maluku Utara untuk memastikan pemerataan pembinaan olahraga di setiap kabupaten/kota, termasuk dalam distribusi anggaran agar seluruh cabang olahraga mendapatkan manfaat yang proporsional.

Melalui penataran ini, IPSI Maluku Utara berharap dapat melahirkan wasit, juri, dan pelatih berlisensi yang siap memperkuat kualitas pertandingan serta mendorong peningkatan prestasi daerah di level regional dan nasional.

***

Haerudin Muhammad
Editor