Selama ini, untuk sekadar mengirim pesan, warga kerab mendaki bukit atau ke tanjung. Bahkan memanjat pohon. Di zaman serba digital, koneksi internet di Peteley, seperti belajar daring, urusan administrasi, hingga menyapa keluarga di rantau menjadi hal yang sulit tercapai.
Tepuk tangan pelan menyambut janji itu. Bukan karena mereka sepenuhnya percaya, warga Peteley sudah terlalu sering mendengar janji. Tapi hari itu, suara mereka benar-benar tersampaikan. Tidak dengan marah, tidak pula teriak. Dengan cerita, budaya, dan hati.
Cerita itu mungkin terdengar biasa saja bagi sebagian orang, namun bagi warga Peteley, itu adalah harapan yang disampaikan lewat cara paling beradab, penuh sindiran dan tetap santun.
***
Halaman
1 2
Tag Terkait:

