Radarmalut.com – Banyaknya jalan berlubang di Kecamatan Morotai Utara, Kabupaten Pulau Morotai, dikeluhkan warga. Padahal, akses penghubung tersebut diketahui mulai rusak sejak sekitar dua tahun lalu.
Pada 2024, Dinas PUPR Pulau Morotai masih dipimpin Hairil Hukum. Saat itu, warga telah menyampaikan keluhan jalan yang mulai rusak. Namun hingga jabatan kepala dinas berpindah ke Fahmi Usman, kondisi jalan belum juga diperbaiki.
Jalan utama di Desa Bere-Bere, Kecamatan Morotai Utara, dipenuhi lubang besar di sejumlah titik. Beberapanya bahkan tergenang air hujan sehingga menyulitkan kendaraan yang melintas.
Kerusakan terlihat cukup parah, yakni aspal jalan banyak yang terkelupas dan menyisakan kerikil berserakan di badan jalan. Lubang-lubang yang cukup dalam juga berpotensi membahayakan pengendara, terutama pada malam hari atau saat hujan turun.
Salah satu warga Bere-Bere, Amat, mengatakan jalan tersebut sudah lama rusak namun belum mendapat perbaikan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pulau Morotai meski sudah kesekian kalinya pergantian kepala daerah.
“Ini jalan sudah rusak dari tahun kemarin, tapi sampai sekarang belum ada perbaikan. Kalau hujan air tergenang di lubang dan sangat berbahaya bagi pengendara,” ujarnya, Sabtu (14/3/2026).
Menurut Amat, jalan tersebut merupakan akses utama masyarakat untuk beraktivitas, termasuk menuju pusat kecamatan serta mengangkut hasil kebun dan kebutuhan sehari-hari.
Kepala Dinas PUPR Pulau Morotai, Fahmi Usman, belum memberikan tanggapan saat dihubungi melalui aplikasi WhatsApp, kendati pesan yang dikirim telah terbaca.
***



