Radarmalut.com – Alokasi APBD Kota Ternate menuai kritikan. Pasalnya, setiap tahunnya belasan miliar rupiah uang rakyat digelontorkan untuk agenda perjalanan dinas 30 anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), baik di dalam maupun luar daerah.
Sayangnya, agenda kunjungan kerja dan studi banding tersebut dinilai tidak memberikan dampak kebijakan yang dapat dirasakan oleh masyarakat. Pada tahun lalu wakil rakyat ini menghabiskan dana sebesar Rp 12,3 miliar untuk total 32 kali perjalanan dinas.
Sementara pada tahun 2026, agenda kunjungan dinas tercantum sebanyak 18 kali ke Jakarta dengan anggaran Rp 6.836.505.000, 17 kali ke Kabupaten Halmahera Barat senilai Rp 2.284.186.000, serta 6 kali ke Manado sebesar Rp 1.349.416.000.
Merespons tingginya serapan anggaran DPRD Kota Ternate, Direktur Eksekutif Indonesian Budget Center (IBC), Arif Nur Alam menilai agenda perjalanan dinas tersebut sebagai bentuk pemborosan yang berpotensi memicu tindak pidana korupsi.
“Ini menunjukkan indikasi foya-foya di tengah situasi ekonomi dan pelayanan publik yang belum berpihak kepada rakyat. Hal ini sekaligus memperlihatkan ketidakadilan anggaran,” katanya saat dihubungi via telepon, Kamis (27/8/2026).
Menurutnya, pajak yang dibayarkan rakyat merupakan wujud kontrak sosial kepada pejabat. Oleh karena itu, pengelolaan APBD maupun APBN semestinya didistribusikan untuk kepentingan masyarakat sebagai pemegang kedaulatan tertinggi.
Lebih lanjut, kebijakan anggaran daerah wajib mematuhi prinsip transparansi, partisipatif, akuntabel, dan berkeadilan, bukan justru dialokasikan pada kegiatan yang minim asas kemanfaatan terhadap publik atau rakyat.
Arif menyebut pemaksaan alokasi anggaran yang tidak produktif telah mencerminkan sikap yang jauh dari prinsip kemanusiaan dan keadilan sosial. Ia pun menyerukan agar masyarakat memberi sanksi politik pada momentum Pemilu mendatang.
“Jika alokasi anggaran itu tetap dipaksakan, rakyat harus mencatat dan tidak memilih kembali anggota legislatif yang terindikasi kuat berkarakter rent seeker (berusaha memperkaya diri,red),” pungkasnya.
***



