Radarmalut.com – Nasib apes dialami dua remaja di Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara. Bagaimana tidak, keduanya dilaporkan atas dugaan pencurian satu unit mesin generator set (Genset) di salah satu masjid, namun  saat dijemput polisi malah berakhir tubuh mereka memar hingga berdarah.

Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (7/8/2026) sore. Korban berinisial AS (16) dijemput dari rumah oleh anggota Polres Pulau Morotai untuk diambil keterangannya. Tetapi ketika pulang dari kantor polisi, pihak keluarga menemukan sejumlah luka fisik pada tubuh korban.

Kakak AS, Ifa, mengungkapkan adiknya mengalami luka perdarahan di bagian kaki serta memar di area bokong. Pengakuan AS kepada keluarga, ia diduga dianiaya menggunakan benda plastik panjang menyerupai cambuk hingga membuatnya ketakutan.

“AS cerita kalau dia dipukul menggunakan benda plastik panjang seperti cambuk. Karena ketakutan, dia sampai mengencingi celananya,” katanya kepada radarmalut, Sabtu (8/8/2026)

Kondisi serupa juga dialami rekan AS yang turut dijemput polisi. Sebagian tubuhnya memar dan pembengkakan pada bagian belakang dan tangan. Ifa menjelasnya, pihaknya tidak menolak proses hukum terkait laporan pencurian. Namun, menyesalkan adanya tindakan kekerasan.

“Kalau terbukti, proses sesuai hukum. Beri sanksi dan kalau ada kerugian, kami ganti rugi. Tapi jangan dipukul,” ujarnya.

Kanit Buser Polres Morotai, Bripka Stenly mengatakan, penanganan kasus berdasarkan pada laporan kehilangan genset milik masjid di belakang tribun Lapangan Merah Putih di Desa Darame. Dari hasil pengembangan awal, polisi memanggil dua nama untuk dimintai keterangan.

Sementara, Kasi Humas Polres Pulau Morotai Ipda Muh. Yusuf Kasim belum dapat memastikan dugaan penganiayaan itu karena tidak melihat bukti fisik secara langsung.

“Saya belum melihat bukti foto serta tidak melihat secara langsung pemukulan. Makanya saya mau bertemu pihak keluarga terlebih dahulu,” pungkasnya.

***

Haerudin Md
Editor
Mirsa Saibi
Reporter