Radarmalut.com – Komisi IX DPR RI menuntaskan uji kelayakan dan kepatutan calon anggota Dewan Pengawas (Dewas) BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan, Rabu kemarin. Dari rangkaian seleksi, salah satu nama yang dinyatakan lolos adalah putra Makayoa, Maluku Utara, Abdurrahman Lahabato.
Proses seleksi yang berlangsung di Gedung DPR RI itu menghasilkan masing-masing lima orang anggota Dewas untuk dua lembaga jaminan sosial nasional tersebut. Penetapan dilakukan setelah Komisi IX menguji total 20 nama calon, yang sebelumnya diajukan langsung oleh Presiden Republik Indonesia.
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Nihayatul Wafiroh menjelaskan bahwa pihaknya memiliki kewenangan untuk memilih lima nama terbaik dari masing-masing daftar calon yang diserahkan pemerintah.
“Berdasarkan hal itu, Komisi IX DPR RI diharapkan dapat memilih lima orang calon anggota Dewan Pengawas BPJS Kesehatan dan lima orang calon anggota Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan,” ujar Nihayatu dalam keterangannya, Kamis (5/2/2026).
Menurutnya, proses seleksi dilakukan secara objektif dengan mempertimbangkan rekam jejak, integritas, kapasitas, serta pemahaman para calon terhadap sistem jaminan sosial nasional.
Dari hasil fit and proper test, Komisi IX menetapkan komposisi Dewas yang terdiri atas dua orang dari unsur pekerja, dua orang dari unsur pemberi kerja, serta satu orang dari unsur tokoh masyarakat untuk masing-masing BPJS.
Untuk BPJS Kesehatan, nama-nama yang dinyatakan lolos adalah Afif Johan dan Stevanus Andrianto Passat dari unsur pekerja. Unsur pemberi kerja terpilih Paulus Agung Pambudi dan Sunarto. Sementara unsur tokoh masyarakat diwakili oleh Lula Kamal.
Adapun untuk BPJS Ketenagakerjaan, unsur pekerja diisi oleh Dedi Hardianto dan Ujang Romli. Unsur pemberi kerja terpilih Sumargono Saragih dan Abdurrahman Lahabato. Sedangkan, unsur tokoh masyarakat ditetapkan atas nama Alif Nuryanto Rahman.
Terpilihnya Abdurrahman Lahabato sebagai anggota Dewas BPJS Ketenagakerjaan menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Maluku Utara. Ia menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan negara kepadanya.
“Saya akan mendarmabaktikan diri kepada negara dan rakyat Indonesia. Ini adalah bentuk penghargaan negara terhadap pengabdian anak bangsa, sekaligus kebanggaan sebagai putra daerah Maluku Utara,” pungkasnya.
Nama Abdurrahman Lahabato sendiri tidak asing di dunia pers nasional maupun daerah. Ia mengawali karier jurnalistiknya sebagai wartawan RCTI, sebelum kemudian mendirikan Surat Kabar Harian Ternate Post pada era 1990-an. Ia berperan besar dalam membina dan melahirkan banyak insan pers di Maluku Utara.
Addurrahman lahir pada 13 April 1963. Ia menempuh pendidikan tinggi di IAIN Ujung Pandang (Makassar) dan pernah menjabat sebagai senator DPD RI periode 2014-2019, yang waktu itu menggantikan Mudaffar Sjah.
***




