Radarmalut.com – Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Ternate mencatat sepanjang tahun 2025 telah melaksanakan sebanyak 49 operasi SAR. Jumlah tersebut menunjukkan adanya peningkatan kejadian kedaruratan di wilayah Maluku Utara.
“Sebanyak 64 persen atau 31 kejadian merupakan kecelakaan kapal. Ini menjadi jenis kedaruratan paling dominan mengingat karakteristik Maluku Utara sebagai wilayah kepulauan dengan transportasi laut yang tinggi,” kata Kepala Basarnas Ternate Iwan Ramdani saat jumpa pers, Sabtu (27/12/2025) malam.
Kecelakaan kapal, yakni terdata 122 orang berhasil diselamatkan, 7 orang meninggal dunia, dan 20 orang dinyatakan hilang. Sementara untuk kejadian kondisi membahayakan manusia, tercatat korban selamat sebanyak 10 jiwa, meninggal dunia 8 jiwa, dan 1 orang hilang.
Selain itu, Basarnas Ternate juga menangani lima kejadian bencana alam dengan total korban selamat mencapai 125 jiwa. Iwan menyebut, potensi bencana di Maluku Utara cukup tinggi, terutama yang berkaitan dengan aktivitas vulkanik.
“Di Maluku Utara terdapat beberapa gunung api aktif seperti Gunung Ibu, Gamalama, Kie Besi, dan Gamkonora. Ini memiliki potensi kedaruratan yang perlu diantisipasi, ditambah dengan ancaman banjir bandang,” ungkapnya.
Iwan mencontohkan kejadian banjir bandang akibat aktivitas Gunung Dukono pada 2024 yang berdampak di sejumlah wilayah. Di Kota Ternate sendiri, sedikitnya lima kelurahan terdampak, yakni Kastela, Rua, Gambesi, dan Sasa.
Sebagai langkah mitigasi, Basarnas Ternate terus memperkuat koordinasi dengan berbagai potensi SAR, termasuk TNI, Polri, BPBD, Dinas Sosial, Damkar, serta masyarakat. Upaya ini dilakukan untuk menekan risiko dan meminimalkan jumlah korban saat bencana terjadi.
Selain operasi dan mitigasi, Basarnas Ternate juga melaksanakan kegiatan peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Pada tahun ini, pelatihan water rescue dilaksanakan di Kabupaten Halmahera Timur dengan melibatkan nelayan dan potensi SAR setempat.
“Kami berharap doa dan dukungan dari rekan-rekan media agar ke depan Basarnas dapat terus memberikan pelayanan SAR yang optimal bagi masyarakat Maluku Utara,” ucapnya.
Iwan berujar, akan mendorong penambahan personel agar dapat ditempatkan di seluruh kabupaten dan kota di Maluku Utara. Selain itu, pihaknya berencana mengusulkan penambahan dua Unit Siaga SAR Kepada Basarnas Pusat, masing-masing di Kabupaten Halmahera Tengah dan Pulau Taliabu.
“Untuk wilayah Taliabu, selama ini beberapa kejadian SAR masih dibantu oleh Unit Siaga SAR Banggai. Karena itu, kami menilai perlu adanya unit siaga sendiri di sana,” pungkasnya.
***




