Radarmalut.com – Layanan rujukan di Kecamatan Morotai Utara lumpuh setelah dua unit ambulans milik Puskesmas Bere-Bere mengalami kerusakan. Meski begitu, tanggung jawab perbaikan dikembalikan kepada pengelola, bukan ke dinas terkait yang membawahi.
Kepala Dinkes dan Keluarga Berencana (KB) Pulau Morotai, Diana mengatakan, pemeliharaan ambulans berada di tangan pihak Puskesmas. Karena, setiap fasilitas pelayanan seperti kendaran ada anggaran pemeliharaan sendiri.
“Ambulans kita sudah konfirmasi di orang dinas. Puskesmas ada uang operasional untuk servis ambulans, jadi pemeliharaan ambulans itu dari puskesmas,” katanya saat dikonfirmasi, Sabtu (6/12/2025).
Kepala Puskesmas Bere-Bere, Muhammad Isnan Safar dihubungi radarmalut melalui aplikasi tukar pesan tetapi tak merespons. Padahal, pesan yang dikirim sudah menunjukan terbaca oleh penerima dengan tanda cetang dua.
“Untuk rujukan, kami sendiri yang cari mobil. Petugas Puskesmas sangat santai, sementara kami butuh respons cepat karena darurat. Penanganan di atas mobil juga kami tidak mengerti,” ujar seorang warga Bere-Bere yang tak mau disebutkan namanya.
Isnan, sebelumnya mengungkap, satu ambulans lama berusia sekitar 10 tahun telah dilaporkan rusak kepada dinas terkait. Sementara ambulans baru yang diperoleh tahun lalu kembali mengalami kerusakan meski belum lama diperbaiki.
“Ambulans baru itu memang ada kendala dari awal. Baru selesai diperbaiki minggu lalu, tetapi rusak lagi. Sopir ambulans sudah berkoordinasi dengan teknisi bengkel. Untuk rujukan, kami tetap menyediakan mobil bagi pasien BPJS maupun umum, dan layanan tetap gratis,” pungkasnya.
***


