Radarmalut.com – Pohon kering yang berdiri di bahu jalan raya nasional antara perbatasan Desa Darame dan Yayasan tepat di depan kediaman Bupati Pulau Morotai Rusli Sibua, akhirnya dipotong oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Morotai pada Kamis (4/12/2025).
Kepala DLH Morotai, Djasmin Taher mengatakan, proses pemotongan dimulai pukul 09.00 WIT dengan mengerahkan Satgas Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan, Satgas Penataan Pengelolaan Lingkungan Lidup dan Pengembangan ESDM, Satgas Persampahan dan Limbah B3, serta 8 personel lapangan.
“Pemotongan pohon kering di perbatasan Desa Darame dan Yayasan sudah kami lakukan. Ini merupakan respons cepat terhadap keluhan masyarakat agar tidak terjadi hal-hal yang membahayakan pengguna jalan,” katanya. Ia menyebut pihaknya menggunakan satu unit mobil crane, satu mobil sampah, dan dua gergaji mesin.
Djasmin menambahkan, DLH akan melakukan pemantauan rutin terhadap pohon-pohon yang berpotensi membahayakan di sepanjang jalur utama Kabupaten Pulau Morotai agar mencegah insiden yang tidak diinginkan.
Sementara, anggota DPRD Pulau Morotai dari Dapil I, Naswin Rowo mengakui, bahwa keluhan terkait pohon kering tersebut telah disampaikan langsung kepadanya oleh warga, sehingga kemudian meneruskan laporan tersebut ke Kepala DLH.
“Ini memang salah satu keluhan warga. Pohon ini sangat mengganggu dan berbahaya, apalagi sekarang musim angin. Lokasinya juga jalur siswa dan banyak anak sekolah yang lewat tepat di bawah pohon kering,” ujarnya.
Naswin mengapresiasi respons cepat DLH, namun berharap dukungan anggaran bagi dinas tersebut dapat ditingkatkan guna mendukung kerja-kerja di lapangan, misal penebangan pohon kering maupun program kebersihan.
“Banyak desa juga mengeluhkan hal serupa, tapi kadang-kadang pak kadis bilang tidak punya anggaran. Jadi, kami berharap dari sisi operasional, termasuk BBM dan lainnya, harus lebih diperhatikan,” imbuhnya.
***



