Radarmalut.com – Mantan Kepala SMA Muhammadiyah 4 Pulau Morotai, Ahmad Umar diduga menyalahgunakan dana Program Indonesia Pintar (PIP) Tahun Anggaran 2025. Pasalnya, sejumlah orang tua siswa mengaku belum menerima uang tersebut meski sudah tahap pencairan.
Seorang wali siswa yang enggan disebutkan namanya merasa heran karena sampai sekarang bantuan Program Indonesia Pintar yang seharusnya diterima peserta didik belum juga disalurkan.
“Siswa berhak menerima dana itu, tapi sampai sekarang belum ada,” katanya kepada radarmalut, Sabtu (22/11/2025).
Menanggapi dugaan penyelewengan, Ahmad membantah telah melakukan penggelapan dana PIP. Namun sempat digunakan sebagai bagian dari kebijakan sekolah saat masih menjabat. Ia mengaku bertanggung jawab dan mengembalikan secara bertahap sesuai kesepakatan.
“Uang itu bukan saya kasih gelapkan, tetapi ada kebijakan sekolah yang saya ambil waktu masih kepala sekolah. Ada kegiatan sekolah sehingga dipakai dulu karena operasional terlambat,” jelasnya.
Plt Kepala SMA Muhammadiyah 4 Pulau Morotai, Fadli M. Nur mengatakan, terdapat puluhan siswa penerima PIP yang telah dicairkan di masa Ahmad Umar menjabat, namun dananya belum diterima oleh para siswa maupun buku rekeningnya.
“Di masa Kepsek lama, 20 siswa diketahui sudah cair tetapi belum sampai ke tangan siswa. Tapi, di masa saya sebagai pelaksana tugas ada sebanyak tujuh telah terima dana PIP,” imbuhnya.
Adapun 20 siswa penerima PIP sampai kini tidak disalurkan hak mereka itu, yakni Iswan Seng, Putrida Nono, Abdin Mustika, Safril Jurtulis, Irzal Jurtulis, Safdi Banuri, Wandi Syukur, Sakila Eteke, Jamaria Do Kader dan Kuraisin Puni.
Selanjutnya, Siti Sara Dina Martora, Riyandi Soleman, Amus Puni, Nifatin Rajuna, Erwin Jurtulis, Saldi Soleman, Marta Haumad, Edo Nono, Nahrila Golongi, dan Ajril Abdul Rahman.
***



