Radarmalut.com – Sejumlah organisasi mahasiswa menggelar aksi demonstrasi di depan kantor Bupati Pulau Morotai berujung ricuh dengan aparat kepolisian. Hal itu membuat salah satu massa harus dilarikan ke Puskesmas karena bersimbah darah diduga dipukul anggota Polres setempat.
Kericuhan tersebut disebabkan massa memaksa masuk untuk bertemu dengan Bupati Pulau Morotai Rusli Sibua, namun terjadi saling dorong dan berakhir kejar-kejaran antara pihak keamaan dan massa. Sukardi adalah korban yang dihantam menggunakan pentungan oleh polisi.
“Tiba tiba beberapa oknum polisi mengejar massa aksi dan berpapasan dengan saya kemudian langsung dipukul pakai pantungan tepat di kepala,” katanya kepada radarmalut, Rabu (24/5/2025).
Sukardi diketahui mengalami rabun mata. Kondisi itu membuatnya tidak sempat menyelamatkan diri saat terjadi kericuhan antara massa aksi dan aparat kepolisian. Luka bagian kepalanya dijahit dokter sebanyak 5 jahitan.
Masaa aksi yang tergabung dalam front yakni Samurai Maluku Utara Distrik Unipas, Gerakan Mahiswa Pemerhati Sosial, LMND, Serikat Mahasiswa Indonesia, Sekolah Critis dan Gerakan Mahasiswa Penyambung Aspirasi Rakyat.
Mereka membawa tuntutan segera distribusi bantuan petani holtikultura dan tahunan, Dinas Pertanian harus sosialisasi pengunaan pupuk, tolak tambang pasir besi, Bupati dan DPRD buatkan Perbub dan Perda harga kopra, pala, cengkeh serta rumput laut.
***


