Radarmalut.com – Harga beras di Pulau Morotai, Maluku Utara, saat ini bervariasi, baik untuk kemasan karung maupun penjualan eceran per kilogram. Ada pula penentuan harga juga ditentukan kualitas beras dan merek yang dijual oleh para pedagang.

Sekarang, beras yang tersedia di pasar tradisional dan swalayan adalah beras premium dan medium. Untuk penjualan eceran, harga berkisar antara Rp15 ribu hingga Rp18 ribu per kilogram, tergantung jenis beras dan toko penjual.

Jenis beras bola mata misalnya, dijual Rp18 ribu per kilogram, sedangkan beras raskin Rp14 ribu per kilogram. Perbedaan harga antar toko pun cukup mencolok, ada yang mematok Rp15 ribu, Rp17 ribu, sampai Rp18 ribu per kilogram.

Menurut salah satu pegawai toko beras, stok saat ini terbatas karena supplier yang mengirimkan beras melalui kapal belum sampai di Pulau Morotai. “Beras kosong sebab kontainer belum masuk,” ujar Anti kepada reporter radarmalut, Selasa (12/8/2025).

Berdasarkan pantauan di sejumlah toko, harga beras kemasan yang beredar di pasaran antara lain beras layak 25 kg Rp450.000, beras jagung 25 kg harga Rp450.000 dan 10 kg dibanderol Rp175.000, cap sikago 15 kg mencapai Rp275.000 dan 5 kg dipatok Rp90.000.

Permata 20 kg dihargai Rp335.000, 10 kg diberi harga Rp170.000 dan 5 kg: Rp90.000. Bomas 25 kg: Rp435.000 dan 10 kg: Rp185.000, premium 10 kg: Rp175.000, sedap wangi 10 kg: Rp175.000, serta 5 kg: Rp90.000.

Selain itu, beberapa merek lain seperti burung merak, tinta, nonos kentang, cocak rowo, dan cap ketupat juga tersedia, meski sebagian belum mencantumkan harga resmi.

***

Haerudin Muhammad
Editor