Radarmalut.com – Wali Kota Ternate Tauhid Soleman bersama Ketua TP PKK Marliza Marsaoly resmi melantik Tim Pembina Posko Pelayanan Terpadu (Posyandu) dan jajaran tim Posyandu dari seluruh kecamata. Acara berlangsung di Aula Hotel Grand Majang dengan suasana yang penuh semangat dan harapan.

Setelah pelantikan, seluruh anggota tim tanpa menunda mengikuti rapat advokasi dan koordinasi untuk mengelola model New Posyandu dalam kerangka Transformasi ILP atau Integritas Layanan Primer. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Ternate selama dua hari penuh.

Dimaksudkan menyusun strategi serta membangun sinergi antar berbagai pihak. Rapat advokasi tersebut dihadiri oleh lima OPD yang sebelumnya tergabung dalam Standar Pelayanan Minimal (SPM) yaitu Dinas Pendidikan, PUPR, Perkim, Satpol-PP dan Dinas Sosial, serta hadir juga tim PKK kecamatan, para kepala Puskesmas.

Tujuan utama dari pengelolaan New Posyandu ini adalah meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam pelayanan kesehatan masyarakat. Model ini menitikberatkan layanan primer agar berjalan lebih komprehensif dan tidak hanya berfokus pada imunisasi serta kunjungan balita, ibu hamil, atau lansia, namun juga merangkul enam aspek SPM.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinkes Kota Ternate, Asna Hamid mengatakan, rapat ini adalah wujud komitmen pemerintah daerah melalui Dinkes dalam mengimplementasikan sistem kesehatan yang berkelanjutan. Program ILP berdasarkan Permendagri Nomor 13 Tahun 2024 memungkinkan Posyandu untuk memperluas cakupan layanannya ke ranah SPM.

Menurut Asna, enam SPM yang menjadi acuan dalam transformasi ini meliputi bidang kesehatan, pendidikan, sosial, ketertiban umum, perlindungan masyarakat, serta perumahan dan permukiman. Poin-poin tersebut disampaikan secara mendalam oleh narasumber selama rapat dua hari tersebut.

Ia berharap, para peserta dapat menangkap materi dengan baik dan menerjemahkannya ke dalam kegiatan pelayanan masing-masing kelurahan. Arah kebijakan ini ditujukan untuk kesejahteraan masyarakat sekaligus peningkatan derajat kesehatan secara menyeluruh di Kota Ternate.

“Hasil dari rapat ini akan ditindaklanjuti di seluruh kelurahan melalui penerbitan SK kepengurusan Tim Pembina Posyandu dan kader Posyandu. SK tersebut akan memuat pelaksanaan enam SPM sesuai kebutuhan daerah,” ujarnya, Senin (1/7/2025).

Asna berharap agar setiap peserta tidak hanya memahami skemanya, tetapi juga berani mengimplementasikan enam standar pelayanan di kelurahan masing-masing.  “Semoga ini berjalan maksimal demi untuk kepentingan bangsa,” ungkapnya dengan penuh optimisme.

Pada kesempatan yang sama, dr. Andi Sakurawati dari Tim PKK Provinsi Maluku Utara bertindak sebagai narasumber. Ia memaparkan peran masing-masing OPD dalam kerangka transformasi sistem kesehatan berkelanjutan di tingkat primer.

Dr. Andi memberi penekanan pada pentingnya kolaborasi lintas sektor, dari Puskesmas sampai jajaran pemerintahan daerah untuk menjalankan fungsi dan tugas yang sudah ditetapkan, sehingga manajemen New Posyandu diharapkan dapat lebih kokoh dan membawa perubahan nyata dalam kualitas layanan masyarakat.

Diketahui, rangkaian kegiatan rapat advokasi dan koordinasi yang memakan waktu dua hari itu menuntut adanya perencanaan matang. Setelah formulasi ini rampung, kolaborasi antar lembaga akan diuji lewat implementasi di tingkat kelurahan.

Dinkes bersama PKK dan OPD terkait akan melakukan pendampingan awal untuk memastikan program berjalan sesuai tujuan, meminimalisir kendala, serta meningkatkan adaptasi masyarakat terhadap layanan baru. Pemerintah Kota Ternate menaruh harapan besar terhadap inisiatif ini sebagai langkah strategis dalam memperkuat sistem pelayanan kesehatan primer.

Keberhasilan di tingkat kelurahan, kata Asna, akan menjadi indikator keberhasilan transformasi ILP di seluruh Kota Ternate. Melalui penguatan SDM kader Posyandu, dukungan OPD lintas sektor, dan koordinasi yang intensif, diharapkan New Posyandu dapat menjadi pusat layanan terpadu yang ramah masyarakat, efisien, dan berkelanjutan.

Dengan dimulainya pelantikan dan rapat transformasi New Posyandu, pemerintah menegaskan langkah konkret menuju peningkatan layanan kesehatan dasar. Diharapkan, sinergi dan komitmen yang terbangun akan berimbas langsung pada kesejahteraan warga, memperkokoh fondasi pelayanan kesehatan primer di setiap sudut kota.

***