Radarmalut.com – Ketegangan antara warga pemilik lahan lingkar bandara dan personel TNI AU Leo Wattimena kembali berulang di Desa Darame, Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, Selasa (11/8/2026) sekitar pukul 09.15 WIT.

Perselisihan tersebut dipicu aksi puluhan personel TNI AU yang membongkar pagar aset Pemkab Pulau Morotai di jalan raya Darame. Selain itu, mereka juga memasang tali pembatas (boplang) di lahan warga untuk rencana pembangunan gedung AURI.

Pembongkaran mendadak itu membuat pemilik lahan terkejut. Para warga langsung mendatangi lokasi dan berusaha menghentikan proses pembangunan di atas tanah yang masih berstatus sengketa.

Untuk mencegah bentrok meluas, mediasi di lokasi dilakukan oleh Kaintel Lanud Leo Wattimena Kapten Sus Rifki Anugrah beserta jajaran, Ketua Komite Perjuangan Masyarakat Lingkar Bandara (KPMLB) Luter Djaguna, dan anggota DPRD Kabupaten Pulau Morotai Darmin Wairo.

Salah seorang pemilik lahan, Irwan Popa, mengkritik langkah TNI AU yang dinilainya sewenang-wenang karena melakukan pembongkaran dan pematokan tanpa koordinasi dengan warga maupun pemerintah desa setempat.

“Kami sebagai pemilik lahan tidak dihargai. Padahal tanah ini sudah jelas pemiliknya dan proses perdebatannya belum selesai sampai sekarang. Kami kaget tiba-tiba ada pembongkaran pagar dari pihak AURI,” ujarnya.

Senada dengan Irwan, pengurus KPMLB sekaligus warga Desa Wawama, Baim mengatakan, sengketa tanah sudah berjalan sejak lama tanpa ada titik terang. Ia meminta seluruh aktivitas di atas lahan perselisihan dihentikan sementara.

“Kami rakyat tentu merasa takut jika harus berhadapan dengan TNI. Mohon jangan ada pembongkaran atau pembangunan dulu di lahan sengketa sampai ada penyelesaian resmi antara AURI dan masyarakat. Kita sama-sama menahan diri,” jelasnya.

Terpisah, Kaintel Lanud Leo Wattimena Kapten Sus Rifki Anugrah tidak bersedia memberikan keterangan terkait alasan pembongkaran pagar dan klaim kepemilikan lahan tersebut. “Nanti saja ya, saya laporan dulu ke komandan,” singkatnya.

***

Haerudin Md
Editor
Mirsa Saibi
Reporter