Radarmalut.com – Anggota DPRD Kota Ternate dari daerah pemilihan (Dapil) II Nurjaya Ibrahim, memanfaatkan masa reses dengan menemui warga Kelurahan Jati, Selasa (15/9/2026) malam. Selain menyerap aspirasi, legislator Partai Gerindra itu juga menyerahkan bantuan pada sektor pertanian.

Nurjaya menjelaskan, agenda reses kali ini dikemas dalam skala yang lebih besar guna mengakomodasi penyaluran bantuan pertanian sekaligus membuka ruang dialog bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi.

“Karena ada permintaan saat reses, khususnya terkait sektor pertanian, sehingga pada kesempatan ini saya memberikan bantuannya,” ujarnya kepada awak media di usai reses.

Dalam pertemuan itu, warga Kelurahan Jati menyuarakan sejumlah persoalan infrastruktur yang dinilai belum mendapat penanganan maksimal, yakni perbaikan drainase di RT 10, pemagaran lahan pemakaman umum di RT 12, serta pembangunan dan pembenahan infrastruktur permukiman lainnya.

Persoalan infrastruktur menjadi perhatian warga lantaran usulannya disebut telah disampaikan secara berulang sejak era 1990-an melalui berbagai pergantian kepemimpinan lurah, namun belum pernah terealisasi.

“Masyarakat meminta agar lahan perkuburan dipagar. Selain itu, terkait infrastruktur pemukiman, permintaan tersebut sudah disampaikan sejak tahun 1990-an dari lurah ke lurah, tetapi belum pernah direalisasikan,” jelasnya.

Nurjaya menerangkan, akan segera melakukan peninjauan lapangan guna memastikan kondisi riil di lokasi. Langkah ini diambil supaya penanganan yang nantinya diusulkan benar-benar tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat Kelurahan Jati.

Kendati demikian, ia mengakui ada keterbatasan anggaran menjadi tantangan dalam mengakomodasi seluruh aspirasi masyarakat sekaligus. Oleh karena itu, pihaknya bakal memetakan usulan berdasarkan tingkat kebutuhan dan skala prioritas.

“Saya akan tinjau langsung drainase di RT 10 dan perkuburan di RT 12 terlebih dahulu. Anggaran Pokir (Pokok-Pokok Pikiran,red) terbatas, sehingga kita fokus persoalan yang dianggap paling urgen,” imbuhnya.

Meski begitu, Nurjaya memastikan usulan masyarakat tidak akan diabaikan, tetapi diakomodasi secara bertahap dengan mempertimbangkan kemampuan anggaran yang ada.

***

Haerudin M
Editor