Radarmalut.com – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Pasifik (Unipas) Morotai bersama sejumlah komunitas pecinta lingkungan melaksanakan penanaman 100 pohon mangrove di Pulau Tabailenge, Minggu (22/3/2026).

Mereka mengusung tema ‘Jejak Wisata, Jejak Hijau: Satu Pengunjung, Satu Mangrove’. Presiden BEM FPIK Unipas Morotai, Akmal Mandea mengatakan, kekuatan utama kegiatan ini terletak pada kolaborasi lintas pihak dalam merespons kondisi abrasi yang semakin mengkhawatirkan di wilayah pesisir.

“Pulau Tabailenge sudah mengalami abrasi yang cukup serius. Karena itu, kami tidak bisa bergerak sendiri. Melalui momentum ini, kami mengajak seluruh elemen, baik masyarakat, komunitas, maupun pengunjung, untuk bersama-sama menjaga lingkungan melalui konsep wisata hijau,” ujarnya.

Akmal menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi, di antaranya Ketua DPRD Pulau Morotai Muhamad Rizki, pemerintah kecamatan, anggota DPRD Sukri Mandea, pengunjung wisata, Dadaru Konservasi Morotai, Komunitas BISA Morotai, serta masyarakat lokal.

Sementara itu, Ketua DPRD Pulau Morotai, Muhamad Rizki menilai kolaborasi lintas elemen tersebut menjadi contoh positif dalam menjaga kelestarian lingkungan.

“SDM anak muda di Morotai Utara sudah sangat baik. Kolaborasi seperti ini harus terus dijaga, karena kebaikan bukan hanya untuk sesama manusia, tetapi juga untuk alam,” tandasnya.

***

Haerudin Muhammad
Editor
Mirsa Saibi
Reporter