Radarmalut.com – Warga Desa Bere-Bere, Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, kembali mengeluhkan seringnya terjadi pemadaman listrik, terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

Pemadaman listrik yang dinilai kerap terjadi setiap tahun tersebut dianggap sangat mengganggu aktivitas masyarakat, khususnya pada momen penting umat muslim seperti malam takbiran.

Salah satu warga, Onco, mengatakan kekecewaannya terhadap pelayanan listrik yang dinilai belum maksimal. Ia menyebut, pemadaman listrik bahkan bisa terjadi berulang kali dalam sehari, sementara tidak ada pemberitahuan.

“Di sini sudah sering sekali mati lampu, apalagi kalau sudah mau hari besar umat muslim. Kami sangat kecewa dengan pelayanan PLN ke kami. Kalau malam takbiran, itu bisa sampai dua sampai tiga kali mati lampu dalam sehari,” katanya, Sabtu (21/3/2026).

Keluhan serupa juga disampaikan warga lainnya. Mereka mengaku, saat listrik padam, jaringan telekomunikasi turut terganggu sehingga menyulitkan komunikasi dengan keluarga, terutama di momen lebaran.

“Kalau lampu mati, jaringan Telkomsel juga ikut hilang. Kami jadi susah berkomunikasi dengan keluarga yang jauh, apalagi di momen lebaran seperti ini,” ungkap salah satu warga.

Warga berharap pihak PLN dapat meningkatkan pelayanan serta memastikan pasokan listrik tetap stabil, khususnya pada momen-momen penting seperti Idul Fitri, agar masyarakat dapat beribadah dengan nyaman.

***

Haerudin Muhammad
Editor
Mirsa Saibi
Reporter