Radarmalut.com – Penyebab berhentinya operasional pabrik es balok di Desa Tanjung Saleh, Kabupaten Pulau Morotai, selama tiga tahun terakhir memicu silang pendapat antarpihak terkait. Tak hanya itu, keduanya juga saling melempar tuduhan soal kesepakatan pembagian hasil penjualan.

Pengusaha cold storage ikan, Mairudin, membantah tudingan yang disampaikan Yakup selaku pengurus pabrik es. Menurutnya, sudah banyak mengeluarkan biaya sampai ratusan juta rupiah untuk mengaktifkan kembali pabrik tersebut, namun operasionalnya tidak berjalan maksimal.

“Pabrik itu ratusan juta saya sudah kasih keluarkan uang. Tidak produktif, tidak ada hasil. Suruh si Yakup hidupkan ulang pabrik, tidak perlu dia minta kontrak. Kontrak itu sudah selesai,” katanya, Sabtu (1/8/2026).

Mairudin menjelaskan, lahan tempat berdirinya pabrik bukan properti koperasi, melainkan milik warga yang disewanya. Ia juga tak mau lagi terlibat dengan masalah pabrik, sebab merasa telah mengalami kerugian finansial dibanding pemasukan.

“Pabrik itu di lahan orang, saya sewa. Begitupun sudah dua tahun tidak aktif, saya aktifkan, keluarkan biaya ratusan juta. Tapi, berjalan tidak sampai lima bulan karena tidak produktif jadi saya kasih tinggal. PLN putusin listrik. Bilang si Yakup ambil alih saja, saya sudah tidak ada urusan,” jelasnya.

“Kontrak pun saya sudah tidak tahu di mana. Sudah lama kasih tinggal. Tidak ada yang namanya perjanjian 40 dan 60. Mungkin dia menghayal itu si Yakup,” tambahnya.

Mairudin menyebut saat mulai mengelola pabrik, kondisi mesin sudah mengalami banyak kerusakan sehingga harus diperbaiki terlebih dahulu. Dikatakannya, kondisi bangunan ketika itu dipenuhi tanaman merambat, seperti yang sekarang ini.

“Mesin saat mau dipakai banyak komponen yang rusak, saya perbaiki semua. Kalau si Yakup sudah tidak mampu urus, alangkah baiknya pulangkan saja di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP),” imbuhnya.

Terpisah, Plt Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Pulau Morotai, Muchsin Umar mengaku belum dapat memberikan penjelasan terkait penyebab tidak beroperasinya pabrik es.

“Saya telepon ke pengelola tapi belum bisa tersambung soal dengan operasionalisasi, jadi saya belum bisa kasih keterangan,” ujarnya.

Meski demikian, pihaknya berencana turun langsung ke lapangan untuk mengidentifikasi persoalan yang menyebabkan sejumlah pabrik es tidak lagi beroperasi.

“Untuk Desa Buho-Buho, Tanjung Saleh, Cendana, dan Wayabula. Insyaallah, hari ini Minggu ini akan berkunjung mengidentifikasi masalahnya,” pungkasnya.

***

Haerudin Md
Editor
Mirsa Saibi
Reporter