Radarmalut.com – Kepala Satuan Layanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polres Ternate, Zulizar, angkat bicara atas keluhan terkait dugaan pemotongan upah sepihak dari sejumlah karyawan dan ketidakterbukaan administrasi mantan karyawan yang mencuat.
Zulizar menyebut tudingan mengenai adanya pemangkasan upah kerja tidaklah benar. Menurutnya, pembayaran hak para karyawan selama ini telah disesuaikan secara akurat berdasarkan jumlah hari kerja riil dalam satu periode pengupahan (12 hari).
“Pembayaran gaji itu sudah kami sesuaikan dengan hari sesungguhnya selama 12 hari kerja. Ada beberapa hari di tanggal merah, sehingga terjadi salah persepsi dari rekan-rekan relawan,” ujarnya kepada radarmalut, Rabu (24/6/2026).
Zulizar juga membantah tuduhan bahwa pihak manajemen menutup diri atau tidak merespons keluhan. Ia menyampaikan kantor SPPG selalu terbuka bagi siapa saja yang ingin melakukan pencocokan data upah jika dirasa ada kekeliruan.
“Setiap pengunggahan atau pembayaran gaji, kalau ada yang kurang, kantor kami selalu terbuka untuk dikomplain. Sebagai bukti transparansi dan akuntabilitas aktivitas di kantor, bisa dibuktikan melalui rekaman CCTV kami yang aktif 24 jam penuh,” jelasnya.
Zulizar meyakinkan seluruh tata kelola anggaran dan hak karyawan telah berjalan sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang sah dan memiliki data pembanding yang valid untuk mematahkan sangkaan tersebut.
Terkait isu miring mengenai nama mantan pengemudi (driver) yang disebut-sebut masih tercantum dalam daftar penerima upah meski telah berhenti, Zulizar membeberkan, begitu seorang karyawan berhenti, hak dan pencatatan absensinya otomatis langsung dihentikan.
Mengenai klaim pelimpahan tugas distribusi, Zulizar memaparkan bahwa sempat terjadi masa transisi selama empat hari untuk mencari pengemudi pengganti yang memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) roda empat.
“Dalam jangka waktu empat hari itu, kami kesulitan mencari driver pengganti yang punya SIM A. Ada sekitar tiga hari di mana tim distribusi merasa mereka mem-back up tugas tersebut, padahal driver yang keluar itu memang sudah tidak dihitung lagi gajinya,” pungkasnya.
***



