Radarmalut.com – Pelaksanaan Pilkades Antar Waktu di Desa Sambiki Baru, Kabupaten Pulau Morotai, berlangsung aman dan tertib. Proses pemilihan yang melibatkan keterwakilan masyarakat itu mendapat pengawalan dari aparat TNI, Polri dan Satpol PP.
Ketua Panitia Pilkades Antar Waktu Desa Sambiki Baru, Atus Pipa mengatakan, sebelumnya pelaksanaan pemilihan sempat ditunda karena musyawarah terkait keterwakilan tokoh masyarakat belum rampung.
“Alasan penundaan kemarin itu sebab musyawarah untuk perwakilan tokoh-tokoh belum selesai sehingga itu yang menjadi alasan kami tunda,” katanya, Kamis (21/5/2026).
Atus menjelaskan, mekanisme pemilihan antar waktu melibatkan enam RT dengan masing-masing lima orang perwakilan, sehingga totalnya sebanyak 30 orang.
Selain itu terdapat keterwakilan tokoh masyarakat sebanyak 10 orang. Namun, berdasarkan saran dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), unsur tokoh agama harus mewakili dari muslim dan nasrani.
“Karena di sini ada muslim dan nasrani, maka tokoh agama ditambah satu lagi sehingga total tokoh masyarakat menjadi 11 orang,” jelasnya.
Sementara panitia pemilihan sendiri berjumlah lima orang yang terdiri dari ketua, sekretaris dan anggota. Atus meenyebut mekanisme pemilihan dilakukan melalui sistem pemungutan suara dengan hasil kesepakatan antara panitia, BPD, pemerintah desa dan tiga kandidat.
Surat suara yang digunakan tidak mencantumkan foto maupun nomor urut seperti pada pemilihan pada umumnya. Pemilih hanya diminta menuliskan nama atau nomor urut calon pada kertas suara yang telah disiapkan panitia.
“Kalau tulis nomor urut sah, tulis nama juga sah bahkan nama panggilan juga sah karena rata-rata masyarakat di Sambiki Baru saling mengenal,” ujarnya.
Meski demikian, surat suara dinyatakan tidak sah apabila dalam satu lembar terdapat dua nama calon atau dua nomor urut berbeda. Pantauan radarmalut, masyarakat tampak mengikuti proses dengan tertib di halaman balai desa, dan panitia memberikan arahan terkait tata cara penulisan surat suara sebelum pemungutan dimulai.
Sejumlah personel TNI, Polri dan Satpol PP juga terlihat berjaga di sekitar lokasi guna memastikan seluruh tahapan berjalan aman dan kondusif. Aparat melakukan pengamanan sejak awal kegiatan hingga proses penghitungan suara.
“Aturannya sederhana supaya proses berjalan cepat. Setelah pemungutan suara hanya butuh beberapa menit lalu langsung dilanjutkan penghitungan suara,” imbuhnya.
Dalam surat undangan, pelaksanaan pemilihan dijadwalkan dimulai pukul 08.00 WIT hingga selesai, sementara waktu berakhirnya proses menyesuaikan situasi di lapangan.
***




