Radarmalut.com – DPRD bersama Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, mendorong penguatan sektor komoditas hortikultura sebagai langkah untuk menjaga stabilitas inflasi.

Di atas lahan seluas 1 hektare ditanami 10 ribu pohon cabai keriting jenis laba di Desa Pilowo, Kecamatan Morotai Selatan oleh Kelompok Tani Hortikultura Hino Pomadoro, yang saat ini menjadi desa binaan penyuluh Kementerian Pertanian.

Ketua DPRD Pulau Morotai Muhamad Rizki mengatakan, bahwa pihaknya memberikan perhatian serius terhadap sektor pertanian, khususnya komoditas strategis seperti cabai yang kerap memicu inflasi daerah.

“Penguatan produksi cabai lokal harus menjadi prioritas. DPRD mendorong agar program pertanian benar-benar menyentuh petani dan berdampak pada stabilitas harga di pasar. ” katanya, Jumat (6/2/2026).

Sementara, Sekretaris DPKP Pulau Morotai, Djailani Rahawarin menyebut, pengembangan cabai keriting merupakan bagian dari strategi daerah dalam memperkuat ketahanan pangan dan menekan ketergantungan pasokan dari luar Morotai.

“Produksi hortikultura seperti cabai harus diperkuat dari desa. Ini selaras dengan kebijakan pengendalian inflasi dan ketahanan pangan daerah. Desa Pilowo dipilih karena kesiapan kelompok tani dan dukungan lahan,” ucapnya.

Sofyan Tomagola, petani hortikultura sekaligus Ketua Kelompok Tani Hino Pomadoro menjelaskan, kesiapan kelompoknya untuk menyukseskan program tersebut dengan target produksi yang mampu menopang kebutuhan pasar lokal.

Diketahui, kegiatan penanaman cabai juga dihadiri pemerintah kecamatan, Wakapolsek Morotai Selatan, Iptu Tjance Norman, perwakilan Koramil Morotai Selatan Sertu Apriyanto Bayau Husen, Babinsa Koramil 1514/01 Daruba, Kopda Kamarudin Umagapi.

***

Haerudin Md
Editor
Mirsa Saibi
Reporter