“Pekerjaan RSP pakai uang rakyat, bukan pribadi anggota DPRD maupun uang Kadis Kesehatan dan PPK. Tolong jangan buat kami marah hanya karena ulah kalian. Kalau saya bupati proyeknya saya perintahkan dibongkar supaya jangan jadi beban anggaran daerah dan masyarakat,” tandasnya.
Menurutnya, kualitas pembangunannya jauh dari harapan. Sebab, delapan buah tiang dari sisi kiri kanan dikerjakan sembarangan dan selain itu jumlah perkerja di lapangan tak sama dengan disampaikan pihak PPK.
“Kualitas bangunannya justru tidak maksimal. Jangan main-main dengan proyek, kami tidak akan segan-segan. Ini kalau kita mau bongkar, ada yang masuk penjara,” pungkasnya.
Sementara, Ketua Komisi III DPRD Safri Talib mendesak pihak terkait untuk dapat menyelesaikan proyek RSP. Desainnya merupakan karya anak daerah yang menjadi kebanggaan Kabupetan Halmahera Selatan, terutama masyarakat di Pulau Makian.
“Tanggung jawab kita semua, bukan hanya Dinas Kesehatan dan kontraktor. Memang kami tidak yakin jika diselesaikan bulan Mei tahun ini juga. Apalagi progres pekerjaan tahap II baru mencapai 40 persen,” imbuhnya.
***


