Radarmalut.com –Â Persaingan sengit mewarnai partai final cabang olahraga bulutangkis nomor beregu pada POPDA XII Maluku Utara di Kabupaten Pulau Morotai. Perwakilan Kota Ternate memastikan diri sebagai juara beregu putri, sementara Kabupaten Halmahera Selatan tampil sebagai kampiun nomor beregu putra.
Laga final berlangsung dalam atmosfer penuh sportivitas. Aksi saling menyerang, reli panjang, dan semangat juang para atlet muda mendapat apresiasi dari penonton yang memadati arena pertandingan.
Ketua Panitia Kabupaten POPDA XII Maluku Utara, Muhammad Umar Ali mengatakan, penyelenggaraan cabang bulutangkis berjalan lancar dan menjadi momentum penting bagi pembinaan atlet di seluruh kabupaten dan kota di Maluku Utara.
“Yang paling penting adalah bagaimana kita menyukseskan ajang ini dan menjadikannya sebagai awal pembinaan atlet. Mudah-mudahan pada POPDA berikutnya kita bisa meraih hasil yang lebih baik,” ujarnya usai prosesi penyerahan medali, Jumat (10/7/2026).
Menurutnya, kualitas pertandingan di partai puncak cukup memuaskan. Umar menilai para atlet telah memperlihatkan kemampuan terbaiknya sehingga pertandingan berlangsung menarik hingga akhir.
“Pertandingan final tadi sangat baik. Semoga Morotai sebagai tuan rumah tidak hanya sukses dalam penyelenggaraan, tetapi juga termotivasi untuk meningkatkan prestasi. Ajang ini menjadi pembelajaran yang sangat berharga bagi tim bulutangkis Morotai,” katanya.
Pada nomor beregu putri, Kota Ternate berhasil membawa pulang medali emas melalui Nurul Handayani Umatahu, Denti Sukmadani Basuki, Aqila Putri Samsudin, dan Bilqis Nada Salsabila. Medali perak diraih Kabupaten Halmahera Utara, sedangkan medali perunggu menjadi milik Kabupaten Halmahera Tengah.
Sementara itu, dominasi Halmahera Selatan pada nomor beregu putra mengantarkan Kevin Emanuel Siwi, Kosan Tuahuns, M. Qhairy Abdullatif, dan Rafa Aditya Ashari ke podium tertinggi. Kota Ternate harus puas dengan medali perak, sedangkan Halmahera Timur meraih medali perunggu.
Berakhirnya nomor beregu bulutangkis menjadi penanda lahirnya bibit-bibit atlet potensial Maluku Utara. POPDA XII bukan hanya menjadi ajang perebutan medali, tetapi juga wadah pembinaan dan regenerasi atlet pelajar yang diproyeksikan mampu bersaing di tingkat nasional pada masa mendatang.
***



