Radarmalut.com – Menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharam, Pondok Pesantren Abu Bakar Ash-Shiddiq bersama SMP IT ICBB 29 ABBASHID Morodadi Morotai menggelar aksi sosial berskala besar pada Selasa (16/6/2026).
Kegiatan yang dipusatkan di Gedung Morotai Islamic Center ini berkolaborasi dengan Polres Pulau Morotai, Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kabupaten Pulau Morotai, serta sejumlah organisasi profesi tenaga kesehatan.
Rangkaian acara yang menyasar masyarakat umum ini meliputi empat layanan utama, yakni khitanan massal, donor darah, Cek Kesehatan Gratis (CKG), dan pemeriksaan golongan darah.
Ketua Panitia, Muhammad Taufik mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk nyata sinergi lintas lembaga dalam menghadirkan pelayanan sosial dan kesehatan yang terintegrasi bagi warga Morotai.
“Ini adalah hasil kolaborasi antara pondok pesantren, SMP IT ICBB 29 ABBASHID, Dinkes Pulau Morotai khususnya bidang Pengendalian Penyakit, serta Polres Pulau Morotai dalam rangka menyambut 1 Muharam,” ujarnya.
Taufik menjelaskan, panitia sengaja menggabungkan khitanan massal dengan layanan pemeriksaan kesehatan gratis, karena momentum ini melibatkan kehadiran keluarga pengantar. Selain itu, CKG dihadirkan sekaligus untuk mendukung program Asta Cita Presiden RI. “Sebanyak 22 kantong darah yang berhasil dikumpulkan,” katanya.
Sementara, petugas kesehatan dari Puskesmas Daruba, Dewi menyebut, pihaknya fokus mengawal jalannya Cek Kesehatan Gratis (CKG). Layanan tersebut mencakup pemeriksaan gula darah, tekanan darah (tensi), dan penimbangan berat badan.
“Layanannya terbuka untuk semua kalangan usia. CKG sendiri merupakan program negara yang dijalankan secara nasional dan sudah berjalan sejak Januari 2026. Setiap warga negara bisa memanfaatkan fasilitas cek gratis ini satu kali dalam setahun,” jelasnya.
Di samping menggelar aksi kesehatan, Taufik juga memperkenalkan keberadaan SMP IT ICBB 29 ABBASHID Morodadi Morotai yang terintegrasi dengan Pondok Pesantren Abu Bakar Ash-Shiddiq. Sekolah ini berkomitmen menjadi solusi pendidikan berkualitas namun terjangkau bagi masyarakat lokal.
“Sekolah tidak memungut biaya pendaftaran maupun uang pembangunan. Wali murid hanya dibebankan biaya makan bulanan. Sekolah baru melayani jenjang SMP, namun pihak yayasan menargetkan akan membuka jenjang pendidikan tingkat atas (SMA/MA) pada tahun depan,” terangnya.
Meskipun panitia sempat berencana menggelar Wisuda Akbar Tahfiz Al-Qur’an pada momentum 1 Muharam, agenda tersebut terpaksa dijadwalkan ulang pada tahun depan karena keterbatasan waktu pelaksanaan.
Kegiatan bakti sosial yang dimulai sejak pukul 10.00 pagi, turut dihadiri dan dipantau langsung oleh Kapolres Pulau Morotai beserta jajaran tokoh masyarakat setempat. Taufik berharap agenda kolaboratif seperti ini dapat terus berjalan secara berkesinambungan di masa mendatang.
***




