Shazada kembali ke kamarnya lalu membelah bantalnya sendiri dan menemukan dua potongan kayu berukuran jari tangan. Ia menyerahkan kepada Jalal dan menyuruh bergegas membasuh dengan air.

“Malamnya ada acara kecil-kecilan goreng pisang dan bakar ikan. Namun ketika pukul 4 subuh almarhum keluar mengambil parang lalu potong bantal dan di dalamnya terdapat dua potong kayu sebesar jari tangan. Diberikan ke Jalal untuk cuci dan simpan,” meniru cerita Erni.

Kemudian, lanjutnya, Shazada seperti orang kerasukan tiba-tiba keluar rumah mambawa parang dan satu tas miliknya berisi uang  Rp 60 jutaan lebih. Ia memerintahkan rekan-rekannya agar jangan ada satu pun yang meninggalkan rumah.

“Almarhum ambil tas yang berisi uang dan pegang parang, lalu bilang ke yang lain jangan keluar dari rumah nanti saya lindungi kalian. Terus mereka dengar dia berteriak-teriak mengatakan ‘keluar-keluar, kalian pikir saya takut’ terus tiba-tiba suara hilang,” bebernya mengulangi penuturan Erni.

Endang mengungkapkan, setelah tak mendengar lagi suara Shazada di laur. Mereka tidak berani untuk keluar mencarinya karena beralasan suasananya sangat gelap, sehingga paginya baru dilakukan pencarian dengan meminta bantuan warga setempat.

“Sampai pukul 06.00 baru mereka panggil warga keluar cari tapi tidak ditemukan, namun sorenya baru ditemukan di lokasi yang sebelumnya sudah dicari. Itu saya rasa ada kejanggalan, soalnya tas almarhum dan HP Ibu Erni ditemukan bersamaan di depan rumah warga,” jelasnya.

Selain itu, kata Endang, saat dicek di dalan tas sisa uang tinggal Rp. 22.400.000, sementara celana panjang yang dipakai didapati di belakang sekolah dan HP-nya hingga sekarang tidak ditemukan.

“Celana panjangnya ditemukan di belakang sekolah sudah kotor-kotor tanah. Celana dan tasnya ditemukan di tempat yang berbeda-beda. Terus katanya kerasukan tapi ketika lari keluar tasnya dibawa, banyak sekali kejanggalan, uang sekitar Rp 40 juta juga hilang,” tuturnya.

Pihak Korban Butuh Kepastian

“Sepuluh jari tangannya patah, cincin juga patah, tangannya biru semua, lengan kanan itu hampir putus, kulit bagian belakangnya terkelupas, tangan berlubang dan kepala pecah, tubuhnya biru dan banyak tergores tapi kakinya bersih tidak ada luka sedikit pun,” ucapnya sambil memperlihatkan foto-foto almarhum di HP.

Haerudin Muhammad
Editor