Radarmalut.com – Warga Desa Gotalamo, Kabupaten Pulau Morotai, mengeluhkan kondisi drainase tersumbat dan jalan rusak yang telah terjadi sejak tahun lalu namun hingga sekarang belum mendapat penanganan dari pemerintah setempat.
Tersumbatnya saluran drainase tersebut tidak hanya menyebabkan genangan saat musim hujan. Pada musim panas pun, air buangan dari rumah-rumah warga tetap mengalir ke saluran yang tidak berfungsi, sehingga menggenangi jalan utama desa. Hal ini diperparah ketika hujan turun, karena air meluap sampai ke badan jalan.
Pantauan radarmalut di lokasi, Selasa (27/1/2026), air mengalir ke permukaan aspal akibat penutup trotoar yang terbuka. Selain itu, kondisi jalan yang berlubang membuat air masuk ke lapisan aspal dan mempercepat kerusakan jalan.
Seorang warga Gotalamo berinisial ST mengatakan, persoalan drainase tersumbat dan jalan rusak tersebut sudah berulang kali dikeluhkan sejak tahun lalu, tetapi tak juga mendapat perhatian serius.
“Masalah ini sudah sejak tahun lalu. Bukan hanya saat hujan, musim panas juga tergenang karena air dari rumah-rumah warga tetap mengalir,” katanya.
Drainase tersumbat yang berada di jalan utama desa itu, dikatakannya, kerap dilalui Kepala Dinas PUPR Pulau Morotai, Fahmi Usman, karena berasal dari Desa Gotalamo.
“Ini jalan utama yang sering dilewati Kadis PUPR. Dia kan orang Gotalamo, tapi sampai sekarang belum ada perbaikan,” ungkapnya.
Sementara, Ketua DPRD Pulau Morotai, Muhammad Rizki mejelaskan, anggaran perbaikan jalan rusak dan drainase akan dialokasikan pada tahun 2026 dan dikerjakan oleh pihak balai. Ia juga meminta Dinas PUPR segera mengambil langkah alternatif agar persoalan tidak terus berlarut.
“Anggaran perbaikan jalan rusak dan jalur drainase itu ada di tahun 2026. Namun, kami meminta Kadis PUPR segera mengambil langkah untuk menyelesaikan masalah ini,” tandasnya.
***



