Radarmalut.com – Pembangunan infrastruktur jalan di sejumlah wilayah Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara, hampir seluruhnya rampung. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) setempat mencatat progres pekerjaan telah mencapai lebih dari 80 persen, dengan penyerapan anggaran mendekati 90 persen.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Halmahera Selatan, Ridwan mengatakan, pembangunan jalan tersebar di wilayah Gane, Pulau Bacan, Pulau Obi, Botang Lomang, hingga Pulau Makian.

Beberapa ruas yang menjadi fokus pekerjaan di antaranya jalan Yomen-Liboba Hijrah di Gane Barat, peningkatan jalan hotmix dan coldmix di dalam Kota Labuha, serta ruas Bajo-Prapakanda. Selain itu, pembangunan jalan di Pulau Makian telah tuntas sejak bulan lalu.

“Untuk pekerjaan secara keseluruhan sudah di atas 80 persen. Tinggal beberapa titik, seperti di Desa Sambiki yang progresnya baru sekitar 50 persen dan masih berjalan,” kata Ridwan, Selasa (23/12/2025).

Ridwan menyebutkan, pembangunan jalan aspal Rabutdaiyo-Sangapati telah selesai dan masuk tahap Provisional Hand Over (PHO). Sementara itu, ruas jalan penetrasi makadam (lapen) di Desa Indari juga telah rampung 100 persen.

Adapun pekerjaan jalan geometrik dari Desa Kaputusang menuju Indari dengan nilai anggaran Rp 17 miliar ditargetkan segera selesai dan di-PHO dalam waktu dekat. Kendala cuaca, terutama hujan, menyebabkan beberapa titik belum bisa dihotmix, namun dipastikan tidak akan melewati tahun anggaran.

Selain jalan, Dinas PUPR Halmahera Selatan juga membangun dua jembatan di Pulau Obi, masing-masing di Desa Jojame dan Madapolo. Jembatan Jojame dengan bentang 13 meter menelan anggaran Rp 2,2 miliar, sedangkan jembatan Madapolo dengan bentang 9 meter dianggarkan Rp 700 juta.

“Jembatan ini penting karena menjadi akses utama masyarakat menuju Pelabuhan Jojame,” ucapnya.

Total anggaran pembangunan jalan dan jembatan yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) tahun ini mencapai lebih dari Rp 60 miliar. Ridwan mengaku, jika tidak terjadi pemotongan anggaran, nilainya berpotensi mencapai Rp 80 miliar hingga Rp 100 miliar.

Ke depan, katanya, pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan akan terus diarahkan untuk mendukung visi agromaritim daerah, sekaligus memperkuat akses masyarakat terhadap layanan pendidikan, kesehatan, dan kegiatan ekonomi.

***

Haerudin Muhammad
Editor