Radarmalut.com – PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) dinilai mengabaikan pengembangan sumber daya manusia (SDM) di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara. Pasalnya, mahasiswa yang kuliah di luar daerah tidak mendapatkan dukungan beasiswa dari perusahaan tambang tersebut.

Ketua Himpunan Pemuda Mahasiswa Halmahera Utara di Jakarta Imelda Indri Inaka mengatakan, keberadaan Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) PT NHM semestinya tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga memberikan perhatian serius terhadap sektor pendidikan.

Indri menyebut mestinya ada dorongan peningkatan kualitas SDM masyarakat lingkar tambang. Mahasiswa asal Halmahera Utara di Jakarta sampai saat ini belum lagi merasakan perhatian melalui program PPM, khususnya dalam bentuk dukungan pendidikan dan beasiswa.

“Dulu pernah ada program beasiswa sekitar tahun 2020. Tetapi hari ini perhatian terhadap mahasiswa asal Halmahera Utara, yang sedang menempuh pendidikan di luar daerah seperti Jakarta, seakan tidak lagi menjadi perhatian,” kata Indri dalam keterangan tertulisnya, Selasa (15/9/2026).

Menurutnya, pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang sangat penting bagi masa depan Halmahera Utara. Sehingga keberadaan perusahaan tambang di daerah harus memberikan manfaat nyata terhadap peningkatan kualitas manusia.

Indri juga menyinggung kewajiban perusahaan pertambangan dalam menjalankan PPM sebagaimana diatur dalam regulasi pertambangan nasional dan ketentuan Kementerian ESDM. Dalm sektor pendidikan merupakan salah satu bidang yang harus mendapatkan perhatian, termasuk melalui pemberian beasiswa.

“Apabila mahasiswa yang berasal dari daerah lingkar tambang tidak mendapatkan akses dukungan pendidikan melalui program perusahaan, maka perlu dipertanyakan sejauh mana komitmen PPM benar-benar menyentuh peningkatan kualitas SDM lokal,” paparnya.

Indri menjelaskan, PT NHM tidak boleh tutup mata terhadap generasi yang sedang duduk di bangku kuliah. Karena, maju atau tidaknya SDM Halmahera Utara juga sangat ditentukan oleh sejauh mana semua pihak perusahaan memiliki komitmen terhadap pendidikan.

“PT NHM harus kembali menjalankan programnya secara serius, terutama di sektor pendidikan. Jangan sampai aktivitas pertambangan berjalan, tetapi peningkatan kualitas SDM masyarakat lingkar tambang justru tertinggal,” tandasnya.

Terpisah, upaya konfirmasi ke pihak PT NHM belum terhubung hingga berita diterbitkan.

***

Haerudin M
Editor