Radarmalut.com – Kontingen Kabupaten Pulau Morotai mendapat amunisi tambahan menjelang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) XII Tahun 2026. Masuknya cabang olahraga (cabor) bola voli putri dipastikan memperkuat barisan tuan rumah dalam ajang olahraga pelajar tingkat Provinsi Maluku Utara tersebut.

Kepastian bergabungnya tim voli putri ini mengemuka dalam rapat koordinasi persiapan POPDA XII yang dipimpin langsung oleh Bupati Pulau Morotai, Rusli Sibua, bersama Wakil Bupati Rio Cristian Pawane di Ruang Rapat Bupati, Jumat (3/7/2026).

Masuknya cabor baru ini berdampak pada penyesuaian skema pembinaan. Pemerintah daerah memutuskan menambah alokasi anggaran operasional sebesar Rp 100 juta. Dana itu disiapkan untuk menyokong pelaksanaan pemusatan latihan, pemenuhan kebutuhan latihan, hingga pendampingan atlet selama kompetisi berlangsung.

Selain anggaran, jumlah pelatih yang mendapatkan dukungan operasional dari pemerintah daerah juga ikut bertambah, dari yang semula sembilan orang kini menjadi sepuluh orang.

Bupati Pulau Morotai, Rusli Sibua mengatakan, status sebagai tuan rumah membawa tanggung jawab besar. Menurutnya, POPDA XII bukan sekadar panggung perebutan medali emas, melainkan pembuktian kesiapan Morotai menggelar ajang regional secara profesional.

“POPDA harus berlangsung sukses. Kita ingin Morotai tidak hanya dikenal karena prestasi atletnya, tetapi juga karena mampu memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh kontingen yang datang,” ujar Rusli di hadapan para pelatih, pengurus cabor, dan jajaran Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) yang hadir.

Kehadiran tim voli putri dinilai strategis untuk memperbesar peluang Morotai meraih juara umum di kandang sendiri. Merespons dukungan tersebut, para pelatih menyambut positif langkah pemda. Mereka sepakat bahwa kesiapan fisik, teknik, dan mental atlet dalam masa persiapan ini menjadi kunci utama sebelum berlaga di arena.

Di sisi lain, perhelatan olahraga dua tahunan ini juga diproyeksikan membawa angin segar bagi perekonomian lokal di Bumi Moro. Kedatangan ratusan atlet, pelatih, ofisial, dan suporter dari berbagai kabupaten/kota di Maluku Utara diperkirakan bakal mendongkrak omzet sektor transportasi, perhotelan, kuliner, hingga pelaku UMKM setempat.

***

Haerudin Md
Editor
Mirsa Saibi
Reporter