Radarmalut.com – Kegiatan kepramukaan Smart Cup II yang digelar SMK Kesehatan Safa Atthiyah Pulau Morotai resmi berakhir pada Minggu (3/5/2026), setelah berlangsung selama sepekan sejak 27 April lalu. Ajang ini melibatkan ratusan peserta dari berbagai gugus depan.
Sebanyak 168 peserta dari tujuh gudep ambil bagian dalam perlombaan yang dipusatkan di lingkungan sekolah tersebut. Selama tujuh hari, peserta diuji melalui berbagai cabang lomba yang tidak hanya mengasah keterampilan kepramukaan, tetapi juga kemampuan akademik dan kreativitas.
Ketua panitia, Sarwan Sabban mengatakan, terdapat 11 mata lomba yang dipertandingkan, mulai dari administrasi, hasta karya, pengetahuan umum, wawasan kepramukaan, scouting skills, hingga kemampuan berbahasa Inggris dan masak rimba.
“Semua item lomba dirancang untuk mengukur kemampuan peserta secara menyeluruh, baik dari sisi keterampilan maupun kekompakan tim,” ujarnya.
Kegiatan turut mendapat dukungan dari Yonif TP 822 Satria Magawe yang membantu aspek teknis di lapangan seperti mobilisasi peserta dan pengamanan. Puluhan personel diterjunkan untuk memastikan pelaksanaan berjalan lancar, begitu pula disiagakan tim medis.
Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam penyelenggaraan tahun ini adalah penerapan sistem penilaian berbasis aplikasi. Melalui sistem itu, hasil lomba dapat dipantau secara langsung oleh peserta, sebagai upaya menjaga transparansi.
Kepala Mabigus SMK Kesehatan Safa Atthiyah, Yulianti Kurung menjelaskan, penggunaan teknologi dalam penilaian menjadi bagian dari komitmen panitia untuk menghadirkan kompetisi yang profesional.
“Peserta bisa seketika melihat hasil penilaian secara terbuka. Ini bagian dari upaya kami menjaga kepercayaan dan sportivitas dalam lomba,” katanya.
Pada penutupan kegiatan, panitia menetapkan MTs Negeri 1 Pulau Morotai sebagai juara umum, sekaligus mempertahankan gelar yang diraih pada edisi sebelumnya. Yulianti mengingatkan para peserta untuk tetap menjunjung tinggi nilai sportivitas dan terus mengembangkan kemampuan diri.
“Yang menang jangan cepat puas, dan yang belum berhasil tetap semangat berlatih. Yang terpenting adalah proses dan sikap selama mengikuti kegiatan,” imbuhnya.
***




