Radarmalut.com – Masa kepemimpinan Bupati Kabupaten Pulau Morotai, Rusli Sibua rupanya ‘hobi’ membiarkan beberapa proyek bernilai miliaran rupiah tak tuntas pada penganggaran 2025. Salah satu di antaranya ialah pembangunan jaringan perpipaan air minum.
Proyek tersebut melekat di Dinas PUPR yang dimenangkan PT Ulil Darma Mulia dan nilai pagu paket menelan APBD Rp 3.050.470.000. Lokasi pekerjaannya di Kecamatan Morotai Selatan dengan nomor kontrak 600-12/PK.ADD-01/PPK-PUPR/JK/PEMB.J.P.AIR.M/PM/XII/2025.
Hingga sekarang pekerjaannya terbengkalai dan progresnya baru sebatas penggalian tanah sedalam 30 sentimeter dan lebar 23 sampai 25 sentimeter, sementara instalasi perpipaan air bersih sebagian besar belum terpasang.
Sejumlah galian nampak telah tertimbun kembali oleh tanah serta ditumbuhi rumput liar. Pipa HDPE berukuran 3/4 inci yang sudah terkubur dibiarkan begitu saja, bahkan ujungnya tak dibungkus untuk mencegah sewaktu-waktu tersumbat karena masuknya material.
Jamila Majid, warga Desa Muhajirin, mengatakan penggalian dilakukan sekitar awal November 2025. Namun setelah itu, tidak ada lagi pekerjaan lanjutan. Ia menilai sepertinya tak ada perencanaan yang matang dalam proyek.
“Tempat pipa untuk ditanam sudah digali, tapi sampai hari ini pipanya belum dipasang. Bahkan, ada yang sudah tertimbun ulang. Kalau belum siap, seharusnya jangan dulu digali,” ujarnya, Senin (19/12/2026).
Radarmalut telah berupaya menghubungi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Pulau Morotai, Fahmi Usman, tetapi belum tersambung hingga berita ini diterbitkan.
***



