Lebuh lanjut, Tarmizi menyebut komposer musik dan pemusik bekerja sama untuk menghasilkan melodi yang mencerminkan kegelisahan maupun perasaan keputusasaan dialami oleh masyarakat dan alam yang terancam, juga memberikan kesan dramatis dalam cerita.

Tarmizi mengungkapkan, tarian dalam pertunjukan digunakan untuk memperlihatkan alam bebas, harmonis, dan penuh kehidupan, yang kemudian terganggu industri sawit. Gerakan-gerakan tari yang elegan dan fluid memvisualkan keseimbangan alam yang terancam, gerakan kasar mewakili perusakan lingkungan.

“Teatrikal tersebut merupakan bentuk penolakan sawit dan protes terhadap segala bentuk problem sosial yang terjadi di atas daratan Gane. Pementasan teater meningkatkan kesadaran masyarakat  dampak negatif industri kelapa sawit,” imbuhnya.

Setelah pentas, Pemuda Pemudi Faisinglo Desa Maffa dan panitia kampung ramadan membentangkan spanduk bertulisan ‘Tolak Sawit 5 Negeri Berlawan’ bersama pemerintah desa, pihak kecamatan dan anggota DPRD Halmahera Selatan Fraksi Demokrat, Kisman Abdullah.

***

Haerudin Md
Editor
Reporter