Radarmalut.com – DPRD Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, menemukan beberapa Puskesmas tanpa dokter gigi meskipun sudah tersedianya fasilitas. Bahkan ada plafon pelayanan kesehatan tingkat pertama tersebut ambruk sejak empat tahun lalu belum diperbaiki.
Ketua DPRD Pulau Morotai Muhammad Rizki mengatakan, dalam kunjungan pengawasan bersama Komisi III DPRD terdapat plafon Puskesmas Tiley telah mengalami kerusakan sejak tahun 2022 dan hingga kini tidak ditangani secara menyeluruh oleh pemerintah daerah.
Selain kondisi bangunan, alat-alat kesehatan khusus gigi di Puskesmas Tiley sudah tak layak digunakan lagi walaupun belum dimanfaatkan sama sekali. Hal ini karena dokternya tidak ada, padahal pelayanan masyarakat mesti dimaksimalkan.
“Alatnya sudah tersedia, namun tidak bisa dimanfaatkan secara optimal karena keterbatasan tenaga dokter. Kami menilai mungkin koordinasinya tidak berjalan efektif, sehingga sejumlah masalah tak tertangani dengan baik,” katanya, Kamis (22/1/2026).
Kondisi Puskesmas Wayabula pun demikian. Ketua Komisi III DPRD Pulau Morotai, Sukri Haji Rauf menjelaskan, pantauan ini bertujuan untuk melihat langsung fasilitas kesehatan serta pelayanan yang diberikan kepada masyarakat.
“Hasil pantauan, nantinya akan menjadi bahan evaluasi dan pembahasan bersama dengan dinas terkait untuk peningkatan pelayanan kesehatan ke depan,” ucapnya.
Komisi III juga menjumpai akses jalan menuju Puskesmas Libano cukup menantang karena situasi geografis pegunungan, sementara ketersediaan ambulans dianggap belum memadai. Diketahui, Puskesmas ini melayani Desa Bere-Bere Kecil, Hapo, dan Titigogoli.
Menjawab berbagai masukan dan temuan tersebut, Komisi III DPRD Morotai berencana memanggil Dinas Kesehatan untuk membahas hasil pantauan lapangan serta mencari jalan keluar mengatasi secara cepat dan terukur.
Selain itu, progres pembangunan Puskesmas Pembantu (Pustu) di Desa Hapo telah mencapai sekitar 90 persen. Saat ini pekerjaan tersisa berupa pemasangan kusen jendela dan ditargetkan selesai pada awal Februari 2026.
***



