Radarmalut.com – Sudah sekian banyak skema Pemkot Ternate, Maluku Utara untuk melakukan penarikan retribusi di tepian jalan secara optimal. Untuk mendukung itu, di masa Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Mochtar Hasim ada pemasangan puluhan stick cone.
Sepanjang depan Pasar Higienis hingga Pasar Barito di Kelurahan Gamalama pada Juli 2024, stick cone serta rantai plastik sebagai pembatas dipasang agar mengurai kemacetan, sehingga mudah mengatur kendaraan yang hendak parkir. Karena, sebelumnya hanya menggunakan traffic cone.
Namun entah kenapa, Mochtar awalnya mengklaim selain memungut retribusi, seluruh parkir tepian jalan dan parkir khusus akan dipasangi stick cone ini berakhir menjadi antrian masalah baru. Program tersebut bagian dari proyek perubahan Si Batagi yang macet tanpa kejelasan.
Pantauan radarmalut pada Minggu (5/4/2026) sore, di atas jembatan depan Pasar Barito terdapat delapan buah stick cone yang warnanya mulai memudar. Sedangkan, puluhan lain di area Pasar Higienis dan Pasar Tradisional sudah tak tampak lagi.
Salah satu yang diandalkan Kota Ternate ialah penarikan retribusi sebagai pendapatan asli daerah (PAD). Bahkan, target per tahunnya mencapai Rp 5 miliar lebih. Maka dari itu, Pemkot sangat fokus memanfaatkan serta menciptakan kenyamanan bagi pengunjung di kawasan pasar.
Sementara, pengadaan puluhan stick cone pastinya dibiayai menggunakan hasil retribusi tersebut. Sekarang tak dipakai dan barangnya menumpuk di gudang Dishub, tentu bisa disimpulkan inovasi Mochtar gagal alias mubazir.
Saat itu, Ketua LBH Ansor Maluku Utara, Zulfikran Bailussy mengingatkan penerapan adanya pembatas jalan di depan Pasar Higienis bakal menyebabkan kemacetan bagi pengguna jalan. Padahal, sebelumnya sudah dilakukan sosialisasi bahwa bahu jalan di kawasan pasar tidak bisa dipergunakan untuk parkiran.
“Lahan parkir ada tempatnya, sudah dibuat regulasi oleh Pemkot Ternate. Dan tepatnya Oktober 2022, Kadis Perhubungan menggandeng Satlantas Polres Ternate melakukan sosialisasi upaya mengurai kemacetan dan ditandai dengan pemasangan baliho di depan Pasar Higienis,” katanya.
“Pemasangan stick cone di bahu jalan depan Pasar Higienis diperuntukan untuk parkir dan diberlakukan penarikan retribusi itu sangatlah keliru dan memakan hampir sebagian jalan utama,” sambungnya. Sembari menyebut langkah Dishub tidak tepat dan terkesan asal-asalan.
Alhasilnya, Mochtar meninggalkan program yang tercatat gagal di Dinas Perhubungan dan saat ini, ia telah menjabat Kepala Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Kota Ternate.
***



