Radarmalut.com – Pribahasa otak udang sangat pantas dialamatkan kepada pejabat publik satu ini. Pasalnya, anggota DPRD Maluku Utara, Aksandri Kitong ditengarai menyulut konflik horizontal umat beragama di Kabupaten Halmahera Utara.

Di mana ahli-ahli mendorong agar kerukunan tetap terjaga, Aksandri malah berpikir sebaliknya. Hal itu nampak dalam tangkapan layar grup WhatsApp ‘DPC GAMKI Halut’ yang isi percakapan anggotanya merencanakan menggelar aksi demonstrasi.

Diduga aksi tersebut merespons atas sejumlah organisasi yang meminta pihak kepolisian untuk segera menangkap aktor pemalangan pawai obor dan takbiran keliling oleh umat muslim di Kota Tobelo pada Jumat (20/3/2026) malam.

Tangkapan layar percakapan beredar, Aksandri membalas chat rekan-rekannya di dalam grup dengan mengatakan, pihaknya sudah siap saling berhadapan dengan kelompok yang melaksanakan aksi, apabila terjadi konflik di lapangan.

“Bilang langsung baku bunuh sudah, minta keamanan los. Supaya dong (mereka) tahu bahwa tong (kita; organisasi) me (juga) siap,” ujar akun bernama Sandry Kitong alias Aksandri seperti dikutip radarmalut, Senin (30/3/2026).

Kader Partai Demokrat, Aksandri tidak menggubris pesan konfirmasi ke nomor pribadinya. Sementara, Sekretaris DPD Partai Demokrat Maluku Utara, Junaidi A Bahruddin menyebut, partainya masih sedang memantau masalah tersebut. “Saya monitor masalah ini,” katanya.

Selain itu, Aksandri juga disinyalir belum lama ini terlibat terkait kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Kabupaten Halmahera Utara, dengan memperkerjakan dua anak perempuan di bawah umur di kafe miliknya sebagai PSK.

***

Haerudin Muhammad
Editor