Radarmalut.com – Kebijakan penarikan retribusi melalui digitalisasi parkir di tepi jalan yang diluncurkan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Ternate beberapa waktu lalu telah mengalami kemandekan dan dianggap gagal. Sebab, tanpa melewati kajian secara menyeluruh.

Ekonom Universitas Khairun (Unkhair) Ternate,  Dr. Azis Hasyim mengungkapkan, Dishub Ternate tidak profesional dalam menjalankan kebijakan e-Parkir. Digitalisasi tersebut tak melalui kajian dan analisis yang matang, sehingga dalam implementasinya mengalami hambatan.

“Kebijakan ini tidak melalui proses kajian panjang, sehingga hasilnya tidak sesuai dengan harapan. Scan motor, tapi pembayarannya manual. Maka ini bukan digitalisasi, melainkan penarikan masih dilakukan secara manual,” katanya, Rabu (24/5/2025).

Azis khawatir potensi kebocoran retribusi parkir akan terjadi jika penarikan retribusi masih dilakukan secara manual. Pada akhirnya Dishub Ternate harus bertanggung jawab atas kegagalan implementasi digitalisasi parkir.

“Kalau launching digitalisasi sudah dilakukan namun fakta lapangan masih dilakukan secara manual, maka potensi adanya kebocoran PAD itu akan tetap terjadi. Dishub mesti menyampaikan secara terbuka ke publik tentang pemberlakuan mesin digitalisasi parkir dan melakukan efisiensi anggaran pencetakan karcis,” pungkasnya.

“Dengan demikian, diharapkan dapat memperbaiki kebijakan digitalisasi parkir ini dan meningkatkan pendapatan daerah secara efektif dan efisien,” sambung Aziz.

***

Haerudin Muhammad
Editor
Reporter