Radarmalut.com – Kontestasi pemilihan kepala daerah masih empat tahun mendatang, tetapi nuansanya sudah mulai terasa di ruang-ruang tertentu dalam aktivitas keseharian. Pada peresmian pusat kuliner di Kelurahan Dufa-Dufa sejumlah warga bersorak Rizal Marsaoly sebagai Wali Kota Ternate 2029.
Pantauan radarmalut, Senin (7/7/2025) pukul 18.21 WIT, usai Wali Kota Ternate, Tauhid Soleman meresmikan kawasan Jolemajiko yang dihadiri pimpinan OPD, instansi vertikal serta pegawai. Rizal yang hendak pulang menuju kendaraannya dicegat amak-emak penjual kuliner lokal.
Tanpa pikir panjang, Sekda Kota Ternate ini langsung menghampiri jajanan yang tersedia di atas meja tersebut. Gohu ikan dan ubi rebus milik pedagang diborong lalu dibagikan kepada warga yang mengerumuni tempat itu, namun tak disangka beberapa warga kemudian menyerukan kalimat berbau politis.
“Wali kota, wali kota, Wali Kota Ternate 2029,” teriak seorang lelaki bertubuh besar berdiri di atas taluk penahan ombak tidak jauh dari kerumunan lalu diikuti lainnya.
Rizal mengatakan, pemerintah sudah meresmikan pusat kuliner di Ternate Utara atau Jolemajiko. Peresmian ini tidak berakhir dalam kegitan seremoni saja, tapi masih ada sejumlah fasilitas yang akan ditambahkan, misalnya ada anjungan sama persis di Taman Nukila menggunakan kayu berkualitas.
“Paling penting estetika dari fungsi ruang ada di sini dan pemerintah tetap menambah fasilitas, termasuk penerangan jalan. Saya sudah bilang ke Kadis PUPR Kota Terntae bahwa jalan ini masuk jalur khusus, maka jalannya diganti dengan paving block agar anak-anak bisa leluasa bermain,” ujarnya.
“Zona umum, meski begitu tidak bebas kendaraan yang lalu-lalang kencang. Sehingga memproteksi juga anak-anak yang bermain dan ini tentu sangat menarik, insyaallah tahun depan sudah rampung,” sambung mantan Kepala Bappelitbangda ini.
Rizal menjelaskan, fasilitas pendukung di Jolemajiko akan dibangun dengan perkiraan anggaran yang sudah dihitung oleh Pemerintah Kota Ternate. Pembangunan diusahakan selesai tahun ini jika tidak ada kendala dalam prosesnya.
“Kalau kita hitung-hitung ini kurang lebih butuh Rp 5-7 miliar, itu sudah termasuk lampu dekoratif, tempat sampah, fasilitas kursi, anjungan, jalan, air, tempat cuci tangan dan WC. Totalnya seperti itu dulu dengan kondisi sekarang kami coba menyediakan. Kalaupun belum selesai tahun 2025 di perubahan, sebagiannya di tahun depan,” imbuhnya.
Diketahui proyek Jolemajiko dalam pengerjaannya dibagi dalam dua segmen yaitu CV Gelora Bhakti Mandiri mengerjakan 10 unit bangunan dengan besaran pagu Rp 2 miliar, dan 8 unit untuk CV Karya Jasa Konstruksi bernilai Rp 1,4 miliar.
***



