“Bonus demografi ini adalah momentum yang harus kita kelola dengan bijak. Generasi muda harus menjadi bagian dari penggerak ekonomi dan peningkatan kesejahteraan di daerah sendiri,” tuturnya.

Bassam mengajak seluruh pemangku kepentingan, termasuk perusahaan dan lembaga pendidikan, untuk terus berkolaborasi mempersiapkan tenaga kerja yang kompeten. Program pelatihan dan pembinaan berbasis kebutuhan industri menjadi salah satu fokus utama.

Pihaknya mendorong pembangunan ekonomi yang inklusif. Prioritas terhadap masyarakat lokal ditegaskan sebagai wujud komitmen pemerintah dalam menciptakan perubahan positif di daerah.

“Kami ingin masyarakat Halmahera Selatan menjadi bagian utama dari setiap langkah pembangunan yang dilakukan. Program ini adalah upaya bersama untuk menciptakan masa depan yang penuh dengan perubahan,” tambahnya.

Sementara, Plt Kepala Disnakertrans Halmahera Selatan, Noce Totononu mengatakan, kegiatan tersebut adalah bagian dari tanggungjawabnya membuka peluang bagi pencari kerja dalam rangka mengurangi penganguran. “Kami berharap perusahaan dapat mendukung dan mengakomodir para pencari kerja,” imbuhnya.

***

Haerudin Muhammad
Editor
Reporter