“Saksi ini seorang perempuan, tiba-tiba dia datang ke warung saya. Lalu bertanya apakah masalah pencurian BBM sudah selesai? Jadi, saya jawab, belum. Dia pun kaget, terus bercerita soal pemberian uang tersebut,” katanya kepada wartawan, Senin (18/11/2024).
Darto menjelaskan, N ketika itu menyambangi rumah orang tua pelaku karena masih merupakan kerabat jauh. Namun, tak lama ngobrol datanglah Bhabinkamtibmas dan menyampaikan pesan permintaan Kapolsek berupa uang jaminan.
“Hari itu saya lagi duduk bersama orang tua pelaku di dalam rumah langsung La Andi masuk dan sampaikan minta uang jaminan Rp 6 juta, katanya permintaan dari Kapolsek,” ujarnya mengulangi perkataan N.
“Saksi N ini juga bersama-sama menghitung uang dan dikasihlah kepada La Andi. Sempat minta uang admin Rp 50 ribu untuk transfer ke Kapolsek. Bukan saya sendiri yang dengar cerita dari shi N, tapi disaksikan juga istri saya dan warga lain. Dia juga mau jadi saksi apabila dibutuhkan keterangannya,” tambahnya,
Darto menduga laporan kasus pencurian bahan bakar minyak (BBM) puluhan galon sampai sekarang tak tuntas, karena penyebabnya ada permainan di dalamnya. Ia pun mengungkapkan uang yang diminta itu bukan atas permintaan dirinya.
“Uang jaminan itu tak pernah sampai di tangan saya. Dugaannya kasus ini tidak naik-naik penyidikan disebabkan mungkin mereka sudah terima uang,” pungkasnya.
***



Tinggalkan Balasan